
KUALA LUMPUR, GORIAU.COM - Untuk kedua kalinya pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim gagal menumbangkan rezim Barisan Nasional (Barnas) kini dipimpin Perdana Menteri Najib Razak lewat pemilihan umum. Dalam perhitungan sementara seperti dilansir malaysiakini.com sampai pukul 01.45 waktu Malaysia, BN telah meraih 128 kursi dari 222 kursi parlemen. Sementara oposisi masih 78 kursi.
Terkait hasil perhitungan suara ini, Anwar Ibrahim menuding kecurangan besar-besaran terjadi selama pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) kemarin. Dia mengatakan Barisan Nasional (BN) sudah menyiapkan kertas suara untuk pengundi hantu (pemilih palsu).
Ia mengaku pihaknya telah menemukan 50 ribu surat suara dipakai untuk warga asing mencoblos Barisan Nasional (BN). ''BN mengerahkan warga Bangladesh, Pakistan, Indonesia, Filipina, dan Myanmar,'' ujar Anwar dalam jumpa pers di Ballroom Hotel One World, Kota Petaling Jaya, Negara Bagian Selangor, Senin (6/5) dinihari.
Dia mengungkapkan kecurangan soal pemilih palsu ditemukan di sejumlah wilayah seperti di Kota Syah Alam, Selangor. Pada kesempatan itu kelompok oposisi menampilkan rekaman video menjadi bukti kecurangan.
Meski begitu Anwar meminta para pendukungannya tidak bersikap anarkis. Namun dia akan meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelidiki kecurangan-kecurangan itu. ''Saya akan minta klarifikasi pada KPU soal dugaan kecurangan ini,'' ujarnya.(ndi)