
PELALAWAN - Nasib nahas menimpa Antono (41), seorang petani karet di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Ia terpaksa dilarikan ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci usai diserang seekor beruang madu dari arah belakang saat sedang menderes getah di kebunnya, Rabu (5/8/2026).
Akibat serangan satwa liar bernama latin Helarctos malayanus tersebut, Antono mengalami luka parah pada pelipis mata kiri dan bagian kepala. Beruntung, korban sempat memberikan perlawanan yang membuat beruang tersebut melepaskan serangan dan melarikan diri ke dalam hutan.
Dievakuasi dalam Kondisi Kritis
Meskipun berhasil selamat dari maut, Antono dilaporkan kehilangan banyak darah dalam perjalanan pulang hingga akhirnya jatuh pingsan. Pihak keluarga dengan cepat mengevakuasi korban ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis dan operasi.
"Saat ini kondisi korban telah berada dalam penanganan tenaga medis," jelas Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, Jumat (7/8/2026).
Merespons insiden serangan tersebut, BBKSDA Riau langsung menerjunkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) ke lokasi kejadian. Bersama pemerintah desa dan aparat setempat, petugas memasang satu unit kandang jebak (box trap) di area perkebunan karet, Kamis (6/8/2026), untuk memitigasi risiko serangan susulan.
Tindak Lanjut Instruksi Presiden
Langkah pengamanan ini sekaligus menjadi tindak lanjut arahan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang sejalan dengan instruksi Presiden, Prabowo Subianto. Pemerintah memastikan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan habitat satwa tetap menjadi prioritas tanpa mengesampingkan upaya pelestarian.
"Setiap laporan konflik satwa liar kami tindak lanjuti dengan menurunkan tim WRU ke lapangan. Penanganan dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian satwa liar," papar Supartono.
Guna mencegah konflik terulang, tim gabungan di lapangan mengimbau warga yang bermukim dan beraktivitas di dekat perbatasan habitat satwa agar tidak pergi berkebun seorang diri. Masyarakat juga diminta segera melaporkan ke petugas apabila menemukan pergerakan satwa liar di sekitar permukiman. ***