SEMARANG, GORIAU.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo khawatir dana bantuan dari APBN ke desa justru mengakibatkan banyaknya kepala desa yang masuk ke penjara. Politisi PDIP ini menyebut adanya uang bantuan APBN ke desa ini bisa menjadi berkah tapi sekaligus bisa menjadi musibah.

"Kalau salah sedikit saja maka bisa menjadi musibah. Sebab kalau ada penyelewengan maka bisa kena masuk penjara," kata Ganjar Pranowo saat menjadi pembicara halaqoh "Peran NU dalam mengawal Undang-undang Desa" di Hotel Metro Semarang, Sabtu, 16 November 2014.

Apalagi dana untuk desa itu kabarnya akan sangat besar yakni Rp1,4 miliar. Ganjar mencontohkan saat desa menerima alokasi dana desa (ADD) yang nominalnya kecil saja sudah banyak kepala desa yang terjerat kasus kasus. Kebetulan saat Halaqoh NU tersebut ada Bupati Wonosobo Kholik Arif. Ganjar pun bertanya ke Kholik Arif ihwal adanya kepala desa di Wonosobo yang masuk penjara gara-gara penyelewengan dana ADD.

"Di Wonosobo sudah ada 11 kepala desa yang dipenjara," kata Kholik Arif. Padahal, dana ADD yang dikelola para kepala desa di Wonosobo rata-rata hanya sekitar Rp140 juta.***