PANGKALAN KERINCI– Kerusakan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Riau pada Senin (24/11/2025) memicu gelombang keprihatinan publik. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, ikut menyuarakan perhatian melalui akun X miliknya, usai meretweet unggahan pemerhati lingkungan Aida Greenbury yang memperlihatkan video perusakan fasilitas taman nasional.

Dalam unggahan tersebut, Susi menandai sejumlah akun pejabat seperti Menteri Pertahanan dan Kapolri. Meski tidak menuliskan komentar, tindakannya menunjukkan bahwa kondisi TNTN mendapat sorotan serius sekaligus mengajak publik lebih peduli terhadap isu lingkungan.

Video yang dibagikan Aida Greenbury memperlihatkan massa merusak pagar dan fasilitas taman nasional. Dalam narasinya, ia menyebut kawasan yang menjadi habitat gajah sumatera dan harimau sumatera telah dirusak. Ia juga mempertanyakan mengapa peristiwa tersebut belum diberitakan secara luas oleh media.

Sejumlah artis seperti Luna Maya dan Chicco Jerikho turut memberikan perhatian terhadap kejadian ini, mengingat kawasan tersebut merupakan rumah bagi satwa-satwa dilindungi, terutama gajah sumatera.

Aksi Perusakan Kawasan TNTN oleh Massa

Peristiwa perusakan itu menjadi sorotan setelah sekelompok massa melakukan pembongkaran paksa fasilitas taman nasional. Video kejadian diunggah akun Instagram Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan mendapat banyak tanggapan dari warganet.

Dalam video terlihat massa mencabut patok, merobohkan pagar, serta memindahkan material menggunakan alat berat dan truk pengangkut. Mereka juga mengusir petugas dan mengambil alih sejumlah wilayah di dalam kawasan.

Aksi tersebut dinilai berisiko mengganggu satwa yang hidup di TNTN. Hal inilah yang kemudian mendorong warganet mengkampanyekan tagar #SaveTNTN untuk melindungi habitat dan hak hidup satwa di kawasan taman nasional.

Satgas PKH Perkuat Operasi Penertiban di TNTN

Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) memperkuat operasi pengamanan di TNTN. Langkah ini bertujuan menghentikan rangkaian perusakan kawasan serta mengembalikan fungsi ekologis Tesso Nilo.

“Penegakan hukum di Tesso Nilo diarahkan untuk mengembalikan taman nasional ini sebagai rumah Domang dan kawanan gajah lainnya, bukan hamparan kebun sawit. Operasi penertiban di Tesso Nilo kami rancang untuk memutus rantai bisnis perusakan kawasan, bukan mengorbankan rakyat. Fokus kami menyasar para pemilik lahan, pemodal, dan pengendali alat berat yang memperdagangkan kawasan hutan negara,” tegas Dwi Januanto.

Gerakan #SaveTNTN yang digaungkan publik, tokoh nasional, hingga artis menjadi dorongan moral agar TNTN kembali dipulihkan sebagai habitat penting satwa dilindungi. ***