PANGKALAN KERINCI – Kecelakaan kerja tragis menimpa seorang karyawan PT Sari Lembah Subur (SLS). Insiden maut ini terjadi di areal Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (25/3/2026).
Korban bernama Ollyses Octavianus dilaporkan tewas usai tertimpa tumpukan cangkang kelapa sawit. Peristiwa nahas tersebut berlangsung saat korban beraktivitas di area pembersihan dan pengolahan cangkang pabrik milik PT SLS. Nyawa pekerja malang ini tidak tertolong dan menghembuskan napas terakhirnya saat mendapat penanganan di poliklinik perusahaan.
Informasi terkait insiden ini mencuat setelah foto jenazah korban yang terbaring di atas brankar klinik beredar luas melalui media sosial dan grup WhatsApp. Dalam potret tersebut, korban tampak mengenakan pakaian kerja berupa celana panjang hitam, kaus, serta sepatu safety. Beberapa luka terlihat di area wajah, leher, lengan kanan, dan perut korban.
"Karyawan pabrik PT SLS tewas ketimbun cangkang di pabrik 25 Maret 2026," sebut keterangan yang menyertai foto viral tersebut.
Merespons kejadian yang terjadi di area operasional PT SLS ini, aparat kepolisian langsung bergerak ke lokasi. Kapolres Pelalawan, John Louis Letedara, SIK melalui Kanit ll Tipidter Satreskrim, Asbon Mairizal membenarkan adanya kecelakaan kerja yang merenggut nyawa karyawan di perusahaan perkebunan tersebut. Pihaknya menerima laporan dari Polsek Kerumutan sekitar pukul 09.00 WIB.
Personel gabungan dari Unit II dan Identifikasi Satreskrim Polres Pelalawan bersama Polsek Kerumutan segera menyisir areal PMKS milik PT SLS untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mendalami penyebab pasti kejadian.
"Selain olah TKP, kami juga melakukan pengecekan terhadap tubuh korban," jelas Asbon Mairizal.
Berdasarkan pemeriksaan sejumlah saksi dan hasil identifikasi awal di lapangan, rangkaian kejadian bermula ketika Ollyses menemui mandor boiler, Despa Arianto. Pertemuan keduanya berlangsung di area bungker pabrik sekitar pukul 21.30 WIB sebelum insiden mematikan itu terjadi. ***


