RENGAT, GORIAU.COM - Setelah mendapat informasi terkait tewasnya seorang pemain kuda kepang dari 33 orang pemain lainnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengambil sampel makanan, muntah dan veses para anggota.

kuda kepang Turonggo Sejati Desa Buluh Rampai, yang diduga keracunan makanan saat mengisi hiburan pada acara pesta khitanan warga Desa Pangkalan Kasai.

Kepala Dinas Kesehatan Inhu H Suhardi dikonfirmasi wartawan Selasa (19/8) mengatakan, bahwa seluruh sampel muntah dan veses pasien diduga keracunan makanan yang dirawat di RSUD Indrasari, Puskesmas Pangkalan Kasai dan klinik Muizzah Belilas telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Riau, di Pekanbaru.

Selain muntah dan veses, Dinkes Inhu juga mengirimkan sisa makanan yang diduga menjadi penyebab para korban menderita penyakit diare dan muntah-muntah.

''Penyebabnya belum pasti. Yang jelas gejalanya muntah-muntah dan mencret. Saat ini kami terus monitor perkembangan kasus ini dan masih menunggu hasil laboratorium,'' kata Suhardi.

Untuk diketahui, informasi dari salah seorang korban bernama Iswahyudi menyebutkan, penyakit muntah-muntah dan mencret hanya dialami 33 orang anggota kelompok kuda kepang Turonggo Sejati Desa Buluh Rampai.

Padahal, kata Iswahyudi, makanan yang dimakan mereka sama dengan apa yang dimakan para undangan yang hadir saat acara pesta khitanan di kediaman warga Pangkalan Kasai, Muji yang tepatnya dibelakang kantor Camat Seberida.

Dari 33 korban, satu diantaranya meninggal dunia, yakni ketua kelompok kesenian kuda kepang Turonngo Sejati, Ibrahim (40) yang menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Indrasari Rengat. ***