
PEKANBARU – Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaca Mayang yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman mencatatkan prestasi prestisius di kancah nasional. Kawasan hijau yang menjadi ikon pusat kota ini resmi meraih predikat Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) tahun 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI.
Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah bagi pembangunan fasilitas publik di Bumi Bertuah. Pasalnya, RTH Kaca Mayang merupakan satu-satunya ruang bermain di seluruh Provinsi Riau yang berhasil menembus dan memenuhi kriteria ketat penilaian standarisasi tingkat nasional oleh Tim Auditor KemenPPPA.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Pekanbaru, Erna Juita menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian yang menjadi kado istimewa bagi warga kota tersebut.
"Alhamdulillah, kita sudah menerima pemberitahuan bahwa RTH Kaca Mayang mendapatkan Anugerah Predikat RBRA dari KemenPPPA. RTH Kaca Mayang merupakan satu-satunya ruang bermain yang ikut penilaian tingkat nasional di Provinsi Riau," ujar Erna, Sabtu (28/3/2026).
Lebih lanjut, Erna menjelaskan bahwa predikat RBRA merupakan kasta tertinggi dalam hierarki penilaian ruang bermain anak. Keberhasilan mencapai level ini menandakan bahwa fasilitas tersebut telah melampaui tahapan penilaian lainnya, mulai dari tingkat Pratama, Madya, Nindya, hingga Utama.
"RBRA merupakan kategori penilaian tertinggi. Insya Allah dalam bulan ini kita akan segera menjemput penghargaan tersebut ke kementerian," jelasnya.
Pencapaian ini menjadi fondasi kuat bagi Pemerintah Kota Pekanbaru dalam ambisi besarnya mengejar status Kota Layak Anak (KLA) di tahun 2026. Menurut Erna, keberhasilan satu fasilitas tidaklah cukup. Oleh karena itu, DP3APM terus berkolaborasi dengan berbagai instansi pendukung untuk meningkatkan keramahan lingkungan terhadap tumbuh kembang anak di berbagai sektor.
Upaya tersebut mencakup pembenahan infrastruktur pendukung lainnya yang juga telah mendapatkan pengakuan. Di antaranya adalah standarisasi perpustakaan, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) ramah anak, penyediaan ruang bebas rokok, hingga penciptaan zona bermain yang aman tanpa risiko kecelakaan bagi anak-anak.
"Karena agar menjadi KLA, semua faktor pendukung harus ditingkatkan. Kita juga sudah mendapatkan penghargaan kategori terbaik untuk pustaka, puskesmas, mengadakan ruang bebas rokok, bebas bermain tanpa risiko bagi anak, dan sebagainya," ungkap Erna.
Erna juga memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim lintas sektor, termasuk Tim Pengelola RBRA Kaca Mayang di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang telah bekerja keras menjaga kualitas taman tersebut. Ia berharap standar yang telah diraih Kaca Mayang dapat segera menular ke ruang terbuka hijau lainnya di Pekanbaru.
"Mudah-mudahan dan semoga menyusul ruang bermain ramah anak lainnya di Kota Pekanbaru," pungkasnya.***