KAMPAR – Warga Kabupaten Kampar, Riau, tengah diliputi kecemasan menyusul tewasnya seorang perempuan muda di kawasan perkebunan kelapa sawit. Peristiwa tragis yang diduga kuat berawal dari aksi perampokan ini merenggut nyawa korban di sebuah pondok kawasan Sp 3 PIR, Desa Sialang Kubang, Kecamatan Perhentian Raja, Jumat (6/3/2026).

Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu keresahan publik di jagat maya. Beberapa warga membagikan informasi kondisi lokasi kejadian melalui media sosial Facebook. Akun Santika Aprilia Sari mengunggah foto tempat kejadian perkara dan menaruh harapan besar agar aparat segera meringkus pelaku. Senada dengan itu, akun Diana Ana menyebut adanya insiden penyerangan fisik di lokasi yang jauh dari permukiman tersebut.

Situasi memilukan itu semakin tergambar dari unggahan video akun Ade Surya Abadi. Rekaman tersebut memperlihatkan sebuah pondok sederhana di tengah hamparan kebun kelapa sawit yang kini telah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan.

"Seorang ibu muda dibacok kepalanya sampai meninggal," ujar pria dalam video tersebut, menggambarkan kondisi tragis korban di tengah sunyinya akses jalan tanah menuju lokasi kejadian.

Di tengah kegelisahan warga yang menanti kepastian keamanan lingkungan mereka, pihak penegak hukum terkesan masih berhati-hati dalam memberikan keterangan resmi. Kanit Reskrim Polsek Perhentian Raja, Ashari Antoni, membenarkan adanya peristiwa hilangnya nyawa tersebut, namun ia mengarahkan agar detail informasi ditanyakan langsung ke tingkat resor.

"Iya benar. Ke Humas Polres saja mintanya ya," kata Ashari singkat saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2026).

Sikap minim penjelasan juga terlihat dari jajaran petinggi di kepolisian setempat. Upaya permintaan konfirmasi awak media yang dialamatkan kepada Kasi Humas Polres Kampar, Rekmusnita, Kasat Reskrim Polres Kampar, Gian Wiatma Jonimandala, hingga Kapolres Kampar, Boby Putra Ramadhan Sebayang, belum mendapat respons resmi hingga Minggu malam.

Hingga saat ini, motif pasti di balik insiden yang mengorbankan warga tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Masyarakat sangat menanti kehadiran nyata aparat penegak hukum untuk segera mengungkap tabir kejahatan ini agar rasa aman kembali hadir di tengah warga. ***