NASIB A, bocah perempuan yang kini berusia 8 tahun ini, benar-benar memilukan. Sejak 2 tahun lalu gadis kecil ini harus merawat ayahnya yang sakit. Ayahnya yang biasa dipanggil Pulungan, bukan terbaring sakit dalam rumah, melainkan tergeletak tak berdaya di atas becak barang.

Sejak 2 tahun lalu, Pulungan dan putri kecilnya itu memang hidup mengelandang di Kota Medan, Sumatera Utara, karena tidak mampu membayar sewa kontrak rumah. Setiap hari, A tinggal di becak bersama ayahnya yang terbaring lemah karena sakit parah. Ayahnya menderita sakit paru sehingga tak bisa lagi mencari nafkah.Sebagai gantinya, gadis kecilnya itulah yang mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dengan berharap belas kasihan orang-orang yang hilir-mudik di emperan Masjid Raya Medan. Pulungan tercatat tinggal di Jalan Kertas, Kecamatan Petisah Medan"Kami sering diusir petugas kelurahan," kata ayah si bocah yang bermarga Pulungan dengan suara lirih. Dia dan anaknya dianggap mengundang gelandangan ke masjid raya yang terletak di Jalan Sisingamangaraja itu.Dia mengaku terpaksa menjadi gelandangan setelah tak mampu mencari nafkah bagi keluarganya. Dia sudah bercerai dengan istrinya beberapa tahun lalu.Kalau masjid sepi, keduanya berkeliling Kota Medan dengan becak mereka. Si anak sendiri mengaku sudah tak bersekolah lagi. "Saya hanya ingin bapak sembuh, jadi bisa mencari uang untuk sekolah."Dibawa ke Rumah SakitSetelah diberitakan media massa, Pemerintah Kota Medan, akhirnya membawa Pulungan ke Rumah Sakit Pirngadi Medan.  Pria 54 tahun itu didiagnosa menderita TBC dan kini sudah dirawat di Ruang 18 Flamboyan. Bocah A masih setia merawat sang ayah. "Semoga ayah cepat sembuh," kata bocah  itu dengan lirih, Kamis (20/3/2014).Selain memberikan pengobatan, Pemerintah Kota Medan juga berjanji akan membiayai sekolah A yang sempat terputus sejak mereka menggelandang di Kota Medan.***