
JAKARTA, GORIAU.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta warga Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir. Pasalnya, saat ini curah hujan belum mencapai puncaknya. Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Sutopo Purwo Nugroho memperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada akhir Januari hingga pertengahan Februari 2014.
Saat itu kemungkinan banjir yang lebih besar dibanding banjir kemarin dan hari ini akan terjadi. "Tapi kami meminta warga waspada dan tidak panik," kata Sutopo, Senin (13/1/2014).Sutopo mengatakan, BNPB sudah mempersiapkan segala antisipasi jika bencana banjir terjadi nanti. Para personil BNPB dan alat bantuan telah disiapkan di titik-titik rawan banjir. Ia meminta supaya warga mengikuti arahan dan koordinasi BNPB. Semisal bila pemerintah menetapkan siaga dua banjir, maka warga mesti bersiap untuk dievakuasi. Sehingga bila sewaktu-waktu status banjir naik menjadi siaga satu maka warga akan lebih cepat dievakuasi. "Karena jika ditingkatkan siaga satu, maka semua harus dievakuasi," katanya.Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebelumnya menyatakan telah mempersiapkan surat untuk menetapkan status siaga darurat banjir Ibu Kota. Kondisi siaga darurat bencana ditetapkan agar seluruh pihak yang memegang tanggung jawab bencana bisa mulai bergerak. "Ini belum darurat loh, ya," kata Jokowi. Dalam surat penetapan status siaga daruratnya tersebut sudah termasuk pembahasan untuk rekayasa cuaca.31 Kelurahan TerendamHujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Sabtu malam (11/1), mulai menimbulkan banjir di Jakarta. Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Edy Junaedi, mengatakan sudah ada 31 kelurahan di 18 kecamatan yang terendam banjir. Akibatnya, pada Senin pagi, tercatat sudah ada 5.152 warga yang mengungsi.Data terakhir dihimpun oleh BPBD pada pukul 06.00 WIB menyebutkan banjir tertinggi terdapat di Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, yang mencapai 400 sentimeter. Selain itu, kawasan Kampung Melayu yang juga langganan banjir terendam sekitar 200-250 sentimeter .Kondisi ini sudah diperkirakan oleh BPBD karena ketinggian air di Katulampa, Bogor, mencapai 80 sentimeter selama lebih dari tiga jam. "Apalagi sempat mencapai 140 sentimeter semalam," kata Edy di kantornya, Senin.Di Jakarta Barat, banjir tertinggi terjadi di Kelurahan Kedoya Selatan dengan ketinggian air mencapai 200 sentimeter. Adapun di Jakarta Selatan, genangan air mencapai ketinggian 150 sentimeter terjadi di Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan.Edy mengatakan, kondisi ini sebenarnya sudah layak masuk kategori darurat banjir. Soalnya, sudah ada puluhan kecamatan yang terendam, begitu juga dari segi jumlah pengungsi. "Tapi kami masih menunggu keputusan Pak Gubernur, sedang dikoordinasikan," kata dia. "Apalagi cuaca seperti ini masih akan terus terjadi," pungkasnya.***