
JAKARTA, GORIAU.COM - Kanit I Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Buddy Towoliu mengatakan pihaknya kini tengah memeriksa kondisi kejiwaan orangtua Dani. Hal ini dilakukan untuk memastikan apa motif orangtua menelantarkan Dani.
"Kita belum tahu ya apa motif mereka. Apakah sakit jiwa kita tidak tahu. Tapi untuk sementara kedua orangtuanya kita periksa kejiwaannya. Karena setahu saya, rumahnya sudah tidak layak tinggal. Baju berserakan, WC enggak jelas, kamar mandi enggak jelas. Lima anak ini dipelihara kaya binatang," terang Buddy di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (14/5).
Terkait pengamanan Dani dan keempat saudaranya, kata Buddy, akan diserahkan ke KPAI. "Untuk sementara kita amankan kelima anak itu. Kita serahkan ke KPAI," kata Buddy.
Petugas KPAI dan petugas Jatanras Polda Metro telah membawa Dani dan adiknya dari rumahnya di Cibubur dengan mobil Kijang Innova bernomor polisi B 2281 SFH. Ketika sampai di depan kantor Jatanras Polda Metro, ayah Dani langsung masuk dengan ekspresi marah.
Dani saat berada di dalam mobil terlihat ketakutan. Dia menangis dan berusaha ditenangkan oleh petugas KPAI.
Jebolan S2 dan Dosen
Kanit I Jatanras Polda Metro Jaya, Kompol Buddy Towoliu menyatakan bakal menyelidiki kasus anak ditelantarkan orangtua tersebut. Dia heran, orangtua yang berpendidikan dapat berbuat tak layak kepada anak-anaknya.
"Kami masih terus kembangkan pemeriksaan keduanya. Dilihat dari latar belakang sih mereka cukup pendidikan. Ayah Dani itu S2 dan pengajar di salah satu sekolah teknologi Muhammadiyah. Sedangkan istrinya seorang sarjana ekonomi," kata Buddy di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/5).
Dani ditelantarkan dan tak diizinkan masuk ke dalam rumah oleh orangtuanya. Akibatnya, tiap malam Dani terpaksa tidur di pos jaga, sedangkan di siang hari kegiatannya hanya berkeliling kompleks dengan sepedanya.
"Jadi sebenarnya kasus ini sudah lama terjadi beberapa bulan yang lalu, namun sempat hilang. Mungkin dia (Dani) mencoba untuk kembali ke rumahnya. Namun sekarang sekitar sebulan yang lalu kasus ini muncul lagi," jelas Sugeng Pribadi, Ketua RT 03/11 Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi ketika dihubungi.
Lebih lanjut Sugeng menjelaskan selain ditelantarkan oleh kedua orangtuanya, Dani juga sudah tidak bersekolah lagi. Selain itu, beberapa tetangga juga kerap mendengar jeritan Dani di malam hari, seolah tengah disiksa.
Banyak Keanehan
Bocah Dani dan adik-adiknya yang ditelantarkan orang tua mereka sudah dijemput petugas Jatanras Polda Metro Jaya dari rumah mereka di Perumahan Citra Gran Cibubur, Cluster Nusa Dua Blok E8 Nomor 37, Bekasi. Polisi juga mengamankan ibunda Dani.
Warga sempat ramai menonton saat polisi mendobrak pintu rumah tanpa pagar itu. Warga mengaku setelah beberapa tahun keluarga Dani tinggal di rumah itu, banyak sekali hal aneh yang terjadi di luar nalar mereka.
"Pernah waktu itu ayahnya lagi pergi ke luar kota, itu istri sama anaknya dikunci dalam rumah," ujar seorang ibu yang tak mau disebutkan namanya saat ditemui di lokasi, Kamis (14/5).
Hal aneh lainnya, tetangga juga pernah melihat seorang wanita dewasa membuka celana di depan rumahnya. "Terus dia bilang, kalian itu kolot, enggak ada kerjaan ngurusin orang lain," kata ibu itu meniru ucapan si wanita.
Dia pun menduga akibat perlakuan orangtua mereka, Dani dan adik-adiknya mengalami gangguan psikis.
"Dia udah bisa bohong, ada juga tetangga yang pergokin dia mau ngambil apa, istilah kasarnya maling, tapi saya enggak mau bilang itu maling," jelasnya.
Semua adik-adik Dani berjenis kelamin perempuan. Selain Dani yang memang ditelantarkan orangtuanya, adik-adiknya tak pernah keluar rumah.
"Enggak pernah keluar rumah sama sekali kayanya," jelasnya.
Pantauan merdeka.com, rumah dua lantai itu memang sangat tak layak. Meski bangunan masih cukup bagus, tapi kondisi rumah sangat berantakan dan penuh sampah.
Semua barang menumpuk di ruang depan. Mulai dari tempat tidur, galon aqua, pakaian, dan plastik sampah makanan.
Di bagian garasi mobil ada dua mobil terparkir. Satu BMW dengan pelat B 8184 NW dan Honda Odyssey B 8587 KB.***