JAKARTA – Di tengah meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) dan kondisi pasar saham yang tak menentu, para pakar keuangan menyarankan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyusun strategi menabung, terutama untuk tujuan jangka pendek hingga menengah.

Christine Benz dari Morningstar menjelaskan bahwa menabung untuk kebutuhan dalam kurun waktu lima tahun ke depan sebaiknya tidak melibatkan terlalu banyak risiko, seperti berinvestasi di pasar saham.

"Jika kamu menaruh uang di saham untuk kebutuhan jangka pendek, kamu bisa rugi besar ketika nilai investasi turun dan harus dicairkan sebelum waktunya," ujarnya dikutip dari Make it, CNBC.

Dalam dunia investasi, dikenal istilah time horizon, yaitu jangka waktu antara saat mulai menabung hingga saat uang itu dibutuhkan. Untuk kebutuhan jangka panjang seperti pensiun, penurunan nilai investasi 10–20 persen tidak terlalu berpengaruh. Tapi jika uang dibutuhkan dalam waktu dekat, kerugian sekecil apa pun bisa berdampak besar.

Para ahli menyarankan agar uang untuk kebutuhan dalam lima tahun disimpan di tempat yang lebih aman, seperti rekening tabungan, deposito, atau instrumen keuangan rendah risiko lainnya.

Dengan gelombang PHK yang terus terjadi, menyusun rencana keuangan secara realistis dan disiplin menjadi langkah penting untuk menjaga kestabilan finansial di masa depan. ***