
WASHINGTON, GORIAU.COM - Amerika Serikat rencananya bakal menutup sejumlah kedutaan dan konsulat mereka di sejumlah negara muslim pada Ahad besok, setelah menerima sebuah ancaman yang tidak diketahui.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (2/8), pejabat Departemen Luar Negeri Amerika kemarin mengatakan mereka mengambil tindakan itu sebagai langkah kehati-hatian terhadap kantor diplomatik mereka.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Marie Harf mengutip informasi yang menunjukkan sebuah ancaman bagi fasilitas Amerika di luar negeri dan mengatakan beberapa kantor diplomatik kemungkinan ada yang ditutup selama lebih dari satu hari.
''Pertimbangan atas masalah keamanan membuat kita mengambil langkah pencegahan ini,'' kata Marie kepada wartawan.
Pejabat Amerika lainnya mengatakan ancaman itu ada di negara-negara muslim, seperti di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia Selatan, di mana Ahad merupakan hari kerja. Sementara misi diplomatik Amerika di Eropa, Amerika Latin dan banyak tempat lainnya tutup pada hari Minggu.
Seorang pejabat enggan disebutkan namanya mengatakan penutupan itu merupakan respon dari adanya suatu ancaman terhadap kedutaan atau konsulat Amerika. Dia menggambarkan ancaman itu sebagai upaya untuk menargetkan kedutaan atau konsulat Negeri Adidaya itu di sebuah negara muslim, seperti dikutip stasiun televisi ABC News.
Pejabat itu juga mengatakan bahwa ancaman kemungkinan juga menargetkan sasaran lain dan bukan hanya terhadap kedutaan.
Menurut laporan, 28 kantor diplomatik Amerika yang akan ditutup Ahad, termasuk kantor di Mesir, Irak, Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Oman.
Ancaman ini datang setelah hampir satu tahun empat pekerja Kantor Konsulat Amerika di Libya terbunuh dalam sebuah insiden peyerangan pada malam hari.***