GAZA CITY – Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara mengalami serangan brutal pada Jumat (27/12), ketika pasukan Israel membakar sebagian besar bangunan rumah sakit tersebut, menyebabkan operasionalnya lumpuh total. Direktur rumah sakit, Hussam Abu Safiya, bersama sejumlah staf medis, ditangkap pada Sabtu (28/12) setelah serangan itu.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, RS Kamal Adwan adalah satu-satunya rumah sakit yang masih berfungsi di Gaza Utara. Pasukan Israel dilaporkan memaksa evakuasi pasien dan menahan para tenaga medis sebelum membakar fasilitas tersebut.

Agresi militer Israel di Jalur Gaza terus memicu krisis kemanusiaan. Sejauh ini, lebih dari 45.400 warga Palestina telah tewas, dan infrastruktur di wilayah yang diblokade tersebut mengalami kehancuran masif.

Serangan terhadap rumah sakit, yang merupakan fasilitas kesehatan vital bagi warga sipil, semakin memperburuk situasi di Gaza. Banyak korban kini kehilangan akses perawatan medis akibat kerusakan parah pada RS Kamal Adwan.

Bulan lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant. Keduanya dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait operasi militer di Gaza.

Selain itu, Israel juga menghadapi gugatan di Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida di wilayah Palestina. Gugatan ini menyoroti serangkaian aksi militer yang telah mengakibatkan kerugian besar bagi warga sipil Palestina, termasuk serangan terhadap fasilitas kesehatan seperti RS Kamal Adwan. (ant)