JAKARTA, GORIAU.COM Suara partai menengah yang terbagi rata tidak menutup kemungkinan untuk saling berkoalisi mengusung calon pasangan capres–cawapres alternatif di luar yang diusung partai besar. Para pengamat pun mulai menyatakan pandangannya mengenai hal ini.

Hamdi Muluk misalnya, pakar Psikologi dari Universitas Indonesia ini menyatakan kemungkinan pasangan alternatif dalam pilpres mendatang. "Partai Demokrat bisa memberikan kejutan dengan membuat kubu ketiga dengan mengusung orang yang betul-betul bersih dan wajah benar-benar baru. Anies Baswedan orangnya," tegas Hamdi dalam siaran persnya yang diterima GATRAnews, Kamis (10/4).

Ia mengatakan untuk menyokong Anies, Demokrat bisa menggalang dukungan dari Partai Islam atau Sekretariat Gabungan. "Duet Anies-Mahfud bisa sangat menjual rakyat," ujar tokoh yang juga sempat membuat survei lawan tanding Jokowi ini pada Desember 2013 lalu.

Dukungan pada duet Anies-Mahfud tidak hanya terjadi saat ini, jauh sebelum Hamdi mendorong duet ini, Gus Sholah pernah memberi pernyataan pada dua tokoh yang dekat dengan kalangan Islam ini. "Anies dan Mahfud punya keunggulan masing-masing. Anies unggul di pendidikan, Mahfud di penegakan hukum," ujar adik Mantan Presiden Gusdur ini di Pondok Pesantren Tebu Ireng.

Gus Sholah juga menambahkan dari semua capres yang maju saat ini hanya Anies yang memiliki kapabilitas di dunia pendidikan. Tak hanya didorong oleh akademisi dan kalangan Islam. Duet Anies - Mahfud juga telah lama disorot oleh Partai Islam.

Kedua orang ini misalnya sempat masuk dalam bursa calon presiden Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Februari lalu. Anies sendiri hanya menyatakan bahwa saat ini masyarakat mengingingkan wajah baru. "Bicara realitas di masyarakat yang menuntut kebaruan, rasanya berat kalau wajah lama harus berhadapan dengan tokoh baru," kata Anies. ***