JAKARTA, GORIAU.COM Ada 2 janji Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang bakal jadi kampanye negatif bagi dirinya sebagai calon presiden.

Kedua janji tersebut adalah, akan memimpin ibu kota hingga lima tahun dan menyelesaikan seluruh persoalan Jakarta.

 Menurut Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby, dua komitmen ini sedikit banyak akan menurunkan tingkat keterpilihan (elektabilitas) mantan Wali Kota Solo itu di Pilpres mendatang.

 "Beberapa isu negatif sangat kuat dari sisi konten. Pertama komitmen memimpin Jakarta sampai lima tahun, kedua kasus-kasus yang cukup banyak di DKI dan belum diselesaikan," kata Adjie kepada Okezone, Kamis (10/4/2014) malam.

 Dua isu tersebut, kata Adjie, bakal membuat Jokowi dicap sebagai sebagai pejabat yang kurang menjaga komitmen kepada publik. Selain itu, masyarakat menjadi ragu apakah sebagai capres, Jokowi punya kepemimpian yang baik.

 "Jadi etika sebagai pejabat ini dipertanyakan. Kasus-kasus yang cukup banyak di DKI menambah keraguan publik apakah punya sifat pemimpin atau tidak. Dalam lingkup lokal saja banyak masalah apalagi dalam lingkup nasional," ujar Adjie menambahkan.

 Menurut Adjie, jika isu-isu ini berpotensi menggembosi suara yang mendukung Jokowi. "Seberapa besarnya tergantung seberapa besar kekuatan kampanye negatif itu ke Jokowi," terang Adjie.***