BRUSSEL - Ledakan bom yang mengguncang mengguncang bandara dan stasiun kereta Maelbeek di Brussels, Belgia, menyebabkan sedikitnya 34 orang meninggal. Para korban berlumuran darah bergelimpangan di dua lokasi ledakan tersebut.

Seperti dilansir AFP, Selasa (22/3/2016), ledakan pertama terjadi di terminal keberangkatan bandara Brussels pada jam-jam sibuk di pagi hari, sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Saksi mata bahkan menyebut ledakan terjadi dekat loket check-in maskapai American Airlines.

"Seorang pria meneriakkan beberapa kata dalam bahasa Arab dan kemudian saya mendengar suara ledakan keras," tutur petugas keamanan bandara, Alphonse Lyoura, yang tangannya masih berlumuran darah kepada AFP.

Menurut Lyoura, satu ledakan lainnya terjadi selang 2 menit kemudian. "Saya membantu sedikitnya 6-7 orang yang luka-luka. Kami mengevakuasi korban yang tidak bergerak. Kepanikan terjadi di mana-mana," ucapnya.

"Saya melihat beberapa orang tergeletak di lantai dalam kondisi berlumuran darah dan tidak bergerak. Sedikitnya bagian kaki 6 atau 7 orang hancur. Banyak orang kehilangan bagian tubuhnya. Satu pria kehilangan kedua kakinya dan ada seorang polisi dengan kaki terkoyak," imbuh Lyoura.

Saksi mata lainnya, Jean-Pierre Lebeau yang warga Prancis dan baru mendarat dari Jenewa, Swiss, mengaku mendengar suara ledakan dan merasakan getaran kuat di bandara. Lebeau menyebut ada banyak korban luka dan bahkan menyebut banyak genangan darah di lift.

"Pertama, kami dikumpulkan polisi, kemudian mereka memerintahkan kami dievakuasi," terangnya, sembari menyebut bau mesiu sangat kuat usai ledakan.

"Tiba-tiba staf meminta kami untuk bergegas dan cepat pergi. Mereka terburu-buru masuk dan keluar dari terminal keberangkatan utama A. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi. Sungguh kebingungan total, orang-orang hanya berdiri dan bertanya-tanya apa yang terjadi," sebut wartawan Inggris, Charlotte McDonald-Gibson yang tinggal di Brussels kepada AFP.

Ledakan lain melanda stasiun metro Maelbeek selang setengah jam setelah bandara Brussels diguncang ledakan. Jurnalis AFP, Lachland Carmichael, yang ada di lokasi kejadian menceritakan bagaimana kereta bawah tanah dihentikan di tengah jalan dan para penumpang dievakuasi.

"Ada korban luka, ada korban tewas, saya tidak tahu berapa banyak," ucap Carmichael mengutip seorang polisi yang memberitahunya apa yang terjadi.

Kebingungan sempat melanda para penumpang kereta bawah tanah di Brussels, yang harus dievakuasi segera. Jurnalis AFP lainnya, Cedric Simon, menyebut situasi di stasiun Maelbeek mencekam dengan diwarnai kepulan asap dan debu.

Simon menyebut ada sekitar 15 orang tergeletak di trotoar dengan beberapa di antaranya berlumuran darah pada wajah. Jalanan dekat stasiun dipenuhi mobil polisi dan ambulans dengan suara sirene terus meraung-raung.

Otoritas Belgia memastikan, sejauh ini 21 orang tewas dalam tiga ledakan yang melanda dua lokasi berbeda di Brussels. Ledakan di bandara Brussels merenggut 11 orang, sedangkan ledakan di stasiun Maelbeek menewaskan 10 orang. Jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan terus bertambah. Puluhan orang lainnya luka-luka dalam insiden mematikan itu.

34 Tewas

Perdana Menteri Belgia, Charles Michel, menyebut tiga ledakan yang mengguncang ibukota Brussels sebagai serangan teroris. Jumlah korban tewas dalam insiden mematikan ini bertambah menjadi 34 orang, dengan 130 orang lainnya luka-luka.

"Kita mengkhawatirkan serangan teroris dan inilah yang sekarang terjadi," ucap PM Michel kepada wartawan seperti dilansir CNN, Selasa (22/3/2015).

Dalam pernyataannya, PM Michel menyebut serangkaian ledakan di Brussels sebagai hari kelam bagi negara tersebut. "Ini hari tragedi, hari kelam!" ujar Michel seperti dilansir kantor berita AFP.

Bom Bunuh Diri

Jaksa federal Frederic Van Leeuw menyebut kemungkinan besar salah satu ledakan di bandara Brussels didalangi seorang pengebom bunuh diri.

Lebih lanjut, jaksa Van Leeuw menyebut masih terlalu dini untuk menghitung jumlah korban tewas. Namun televisi setempat VTR, seperti dilansir Reuters, melaporkan 20 orang tewas dan 55 orang luka-luka dalam ledakan di stasiun Maelbeek.

Sedangkan jumlah korban tewas di bandara Brussels bertambah menjadi 14 orang tewas dan 81 orang lainnya luka-luka. Banyak korban yang mengalami luka parah di bagian kaki, ini mengindikasikan kemungkinan bom diletakkan di dalam tas atau koper yang diletakkan di lantai.

Otoritas Belgia meningkatkan level ancaman teror ke level empat atau level tertinggi usai ledakan. Kepolisian dan tentara Belgia dikerahkan ke jalan-jalan sebagai antisipasi serangan lainnya. Seluruh layanan transportasi darat di Brussels, seperti kereta cepat, tram dan bus dihentikan sementara.

Inggris, Jerman, Prancis dan Belanda merupakan negara-negara yang mengumumkan peningkatan keamanan usai ledakan di Brussels ini.***