
BANDUNG, GORIAU.COM - Selain karena keelokan alam, dan surga makanan, Bandung dikenal sebagai kota pendidikan. Banyak orang berdatangan ke Bandung untuk mengecap pendidikan tinggi.
Namun tak cuma hal positif. Seiring dengan itu ternyata persoalan kian kompleks. Perilaku penyimpangan seks bebas di kalangan remaja khususnya mahasiswa Bandung cukup memprihatinkan. Kondisi ini mempengaruhi pola hidup warganya. Dalam sebuah survei disebutkan, separuh mahasiswa di Bandung pernah melakukan hubungan seks.Adalah data dari Buklet Cinta Mulia. Buklet itu dibuat untuk menyadarkan dan meredam kegemaran remaja muslim ikut merayakan Valentine Day, 14 Februari 2014. Mengutip data yang diproduksi Alfatih Studio, 54 persen remaja di kota Bandung mengaku sudah pernah melakukan hubungan seksual. Ini angka paling tinggi dari empat kota yang disurvei.Ibu Kota Jakarta pun nyatanya lebih rendah yakni 51 persen. Adapun Surabaya sebagai kota terbesar ke dua di seantero tanah air menunjukkan 47 persen pernah berhubungan seks. Sedangkan di Medan, satu-satunya kota di luar Jawa ditampilkan, angkanya mengalahkan Jakarta, yakni 52 persen.Jika menilik persentase tersebut miris memang. Para remaja yang diharapkan menjadi generasi penerus bangsa ternyata memiliki moral bobrok. Hubungan seks di luar nikah tak lagi menjadi tabu. Mereka melakukannya tidak dengan malu-malu.Merdeka.com baru-baru ini sempat berbincang dengan Mitra Citra Remaja (MCR) dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat. MCR ini mengembangkan pusat informasi, edukasi dan konseling serta pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi yang berkualitas, berbasis hak dan berperspektif jender.Koordinator MCR program choice Putri Rian Sari mengatakan, beberapa hal menjadi penyebab alasan mengapa orang mau melakukan hubungan seks di luar nikah. Faktor utama disebutkan yakni dari lingkungan keluarga, selanjutnya karena pergaulan, kemudian ketidaktahuan risiko terbesar dari hubungan gelap itu.Perilaku negatif itu juga didorong oleh rasa ingin tahu yang besar untuk mencoba segala hal yang belum diketahui. Terakhir sikap untuk menolak cukup sulit."Makannya untuk meminimalisir itu kenali diri adalah langkah awal untuk menjadi yang diinginkan," kata Putri.Dalam catatan MCR sejak Agustus hingga Desember 2013 dari 330 remaja, 41 di antaranya mengaku pernah berhubung seks. Permasalahannya kebanyakan dari mereka yang melakukan belum mengerti banyak dengan seks, sebab orang tua masih menganggap bahwa membicarakan mengenai seks adalah hal yang tabu.Warga Resah Perilaku seks bebas dan tinggal bersama di indekos diakui warga kini marak terjadi. Warga Bandung pun resah. B (30) warga Dago Pojok seolah sudah menutup mata dengan perilaku moral mahasiswa saat ini yang sudah 'sakit'.B yang kesehariannya juga menjadi petugas parkir di salah satu kampus negeri di Bandung mengaku sudah tak berdaya dengan perilaku mahasiswa saat ini. Diakuinya asal tidak terang-terangan dan tidak ada laporan yang merugikan masyarakat maka dia dan kebanyakan warga lainnya menutup mata."Sedikit demi sedikit warga Dago Pojok ini sudah habis dengan mereka yang punya duit. Mereka membeli lahan untuk dijadikan kos-kosan. Penduduk asli pun makin tersingkirkan, kami pun kadang bingung melihat kondisi tersebut," ungkapnya.Dampak secara ekonomi memang cukup terasa, tapi lebih dari itu warga di Bandung semakin asing dengan daerahnya sendiri. Yang bisa dilakukan saat ini ia berharap bahwa pendatang itu bisa lebih menghargai penduduk asli.Ihwal mahasiswa dengan perilaku seks bebasnya, B berharap pengawasan di kamar kos bisa lebih diperketat oleh pemilik. Saat mahasiswa merasa terancam karena malam hari dilarang memasukkan lawan jenisnya ke kamar, siang hari pun harusnya dilakukan serupa."Saat ini orang merasa aman kalau datang ke kamar indekos siang, padahal itulah yang sebenarnya bisa dikatakan rawan pergaulan bebas, saya memang tidak tahu kalau memergoki perempuan keluar dari kosan pria itu habis ngapain, tapi itu seharusnya tidak boleh dilakukan," jelasnya.Dia berharap banyak kepada Pemerintah Kota Bandung untuk mengambil upaya preventif kepada perilaku mahasiswa ini. "Semuanya mari dirangkul, Ridwan Kamil Wali Kota yang baru sekarang ini sudah mulai menghidupkan Jumat Bersih, nah semoga ini juga bisa melibatkan mahasiswa, karena kalau penyuluhan-penyuluhan sudah bosan, di situlah kita susupi bahaya seks bebas," harapnya.***