JAKARTA, GORIAU.COM - Selisih tingkat elektabilitas dua pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) 2014, yang bakal bertarung dalam bursa Pemilu Presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014 nanti, saat ini kembali melebar sejak Juni 2014 kemarin.

Demikian salah satu temuan terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), yang kembali melakukan survei pada 2 sampai 5 Juli 2014 kemarin. Peneliti LSI, Fitri Hari mengatakan bahwa hal tersebut bisa terjadi setelah para kandidat selesai melaksanakan debat Capres-Cawapres.

"Jelang pelaksanaan Pilpres 2014, tingkat elektabilitas dari kedua pasangan Capres-Cawapres 2014, yakni Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dan Joko Widodo - Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menunjukkan dinamika yang berbeda," kata Fitri di Kantor LSI, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Senin (7/7).

Tak hanya acara debat Capres-Cawapres, Fitri juga mengatakan bahwa tahapan kampanye Pilpres 2014 yang beberapa hari lalu telah selesai dilaksanakan para kandidat, katanya juga turut memberikan pengaruh terhadap melebarnya selisih tingkat elektabilitas mereka.

"Semenjak Bulan September 2013 yang lalu hingga akhir Juni 2014, selisih kedua Capres mengecil. Namun pada awal Juli 2014, tren peningkatan atau penurunan elektabilitas dua kandidat justru berbalik. Dimana selisihnya malah melebar," kata Fitri mengungkapkan.

Untuk pasangan Capres-Cawapres nomor urut 1, Prabowo-Hatta berhasil mendapat tingkat elektabilitas 44,20 persen. Dan pasangan Jokowi-JK berhasil memperoleh dukungan sebesar 47,80 persen. Jumlah responden yang mengikuti survei LSI ini, katanya sebanyak 2.400 responden.

"Dalam rilis hasil survei terbaru kami ini menyebutkan, jika Pilpres dilaksanakan pada saat survei dilakukan yakni 2-5 Juli kemarin, selisih dari tingkat elektabilitas kedua pasangan Capres-Cawapres yang akan bertarung di Pilpres 2014 ini, jadi sebesar 3,6 persen," katanya.

Padahal, tambah Fitri, dalam hasil survei LSI yang dilakukan tanggal 25 sampai 29 Juni 2014 yang lalu, selisih kedua Capres-Cawapres ini hanya sebesar 0,5 persen. Dimana duet Prabowo-Hatta mendapat 43 persen, dan pesaingnya duet Jokowi-JK mendapat 43,5 persen.

Akan tetapi, Fitri mengingatkan bahwa meski selisih elektabilitas kedua Capres-Cawapres melebar, namun mereka masih punya peluang menang yang sama dan saling mengalahkan. Hal ini dikarenakan masih terdapat delapan persen pemilih yang belum menentukan pilihan.

Untuk diketahui, survei terbaru dari LSI ini menggunakan metode survei acak bertingkat (multistage random sampling). Responden diwawancarai secara tatap muka di 33 propinsi di Indonesia. Survei juga dilengkapi riset kuantitatif melalui FGD, depth interview dan media analisis. ***