JAKARTA, GORIAU.COM - Penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagetkan banyak kalangan, termasuk mantan Ketua MK Mahfud MD.
Dalam sebuah wawancara televisi, Rabu (2/10/2013) malam, Mahfud MD mengaku sangat kaget mendengar berita penangkapan tersebut.
''Saya mendapat informasi ini sekitar pukul 21.45 WIB. Saat itu saya sedang mengobrol dengan tiga orang teman, tiba-tiba ada yang menelepon bertanya, apa betul Ketua MK ditangkap KPK? Lalu saya telepon Sekjen MK (Janedjri M Ghaffar). Kata Sekjen MK tidak ada apa-apa,'' tutur Mahfud.
Kemudian, kata Mahfud, ia meminta Sekjen MK mengecek keberadaan Ketua MK Akil Mochtar. ''Lima menit kemudian Sekjen MK menelepon saya lagi, sambil berteriak histeris. Katanya Pak Akil ditangkap KPK,'' tutur Mahfud.
Tak Biasanya Dikawal Tiga ''Voorijder''
Beberapa saat sebelum diringkus penyidik KPK di rumah dinasnya di Kompleks Widya Chandra 3, Jakarta Selatan, Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar pulang ke rumahnya dikawal tiga voorijder dan satu mobil patwal. Situasi ini berbeda dari biasanya.
''Enggak biasanya kayak gitu, biasanya cuma satu motor (voorijder) yang ngawal,'' kata salah seorang sumber di lapangan yang enggan disebutkan namanya, Rabu (2/10/2013) sekitar pukul 23.00 WIB.
Menurutnya, rombongan tersebut masuk ke dalam kompleks sekitar pukul 21.30 WIB. Sumber tersebut mengatakan bahwa saat itu Akil masih tetap menggunakan mobil dinas Toyota Crown Royal Saloon dengan nomor polisi RI 9.
Terkait adanya mobil Toyota Avanza warna putih yang digunakan penyidik KPK, sumber tersebut mengatakan dia memang melihatnya. Mobil tersebut tiba sebelum rombongan Akil datang. ''Dia langsung parkir di depan sana,'' ungkapnya.
Akil beserta seorang anggota DPR dari Fraksi Golkar berinisial CN kemudian langsung digelandang penyidik KPK dan tiba di Gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 22.00 WIB. Bersama keduanya juga ada seorang pengusaha berinisial CHN.
Seperti diberitakan, KPK menangkap tangan lima orang, Rabu malam. Selain Akil, CN, dan CHN, dua orang lain ditangkap terpisah di kawasan Jakarta Pusat. Saat ini kelimanya berada di Gedung KPK.***


