BATAM – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, secara resmi melepas keberangkatan 438 jemaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) pertama Provinsi Riau di Asrama Haji Embarkasi Batam, Jumat (24/4/2026).

Seluruh jemaah asal Kota Pekanbaru ini dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Keberangkatan ini menandai dimulainya rangkaian ibadah haji tahun 1447 Hijriah bagi masyarakat Bumi Lancang Kuning.

Syahrial mengingatkan para tamu Allah untuk mensyukuri momentum keberangkatan usai melewati masa tunggu yang cukup panjang. Ia juga berharap seluruh jemaah senantiasa diberikan kekuatan fisik dan mental selama berada di Arab Saudi.

"Kami menitipkan doa agar Provinsi Riau selalu dalam keadaan aman, damai, dan kondusif, serta terhindar dari segala marabahaya," ujar Syahrial dengan khidmat.

Pemprov Riau bersama pemerintah kabupaten/kota terus bersinergi memberikan pelayanan terbaik. Peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas utama demi kekhusyukan ibadah sejak tahapan proses pemberangkatan hingga penyambutan kepulangan nanti.

Menyambung hal tersebut, Pj Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, menegaskan dukungan penuh dari pihaknya. Kebutuhan warga Pekanbaru akan terus dipantau agar mereka bisa fokus beribadah tanpa memikirkan kendala teknis maupun administratif.

"Pemerintah Kota Pekanbaru senantiasa hadir memberikan dukungan nyata bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah haji. Kami berharap seluruh jemaah dapat menjaga kesehatan, menjalankan rukun haji dengan sempurna, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur," jelas Ingot.

Bentuk dukungan nyata itu diwujudkan melalui kebijakan pembiayaan transportasi lokal. Seluruh biaya domestik untuk JCH asal Pekanbaru sepenuhnya ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota demi meringankan beban finansial masyarakat di tengah biaya haji yang dinamis.

"Untuk biaya domestik, mulai dari transportasi hingga akomodasi lokal, seluruhnya telah ditanggung oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Dengan demikian, jemaah tidak lagi dibebani dengan biaya tambahan dan bisa berangkat dengan hati yang tenang," tambahnya. ***