
PEKANBARU, GORIAU.COM - Anggota DPRD Riau periode 2014 - 2019 nampaknya benar-benar ''kehilangan hati nurani''. Bukannya buru-buru mencarikan solusi untuk rakyat yang diwakilinya, yang kini hidup serba susah dan mengalami kelangkaan uang karena banyaknya kegiatan pembangunan dan ekonomi yang terhenti, para anggota DPRD Riau malah ''plesiran'' ke Singapura dan outbond ke Bali.
Perjalanan itu mereka lakukan disaat DPRD Riau juga menghadapi polemik mobil dinas mewah untuk anggota DPRD Riau yang nilainya puluhan miliar. Dan saat ini, gedung DPRD Riau yang berlokasi di Jalan Sudirman, Pekanbaru, juga tampak sepi, Rabu (29/10/2014). Tak tampak anggota dewan yang hilir mudik di gedung tersebut.
Sebelumnya, Ketua DPRD Riau Suparman mengakui mereka berada di Bali selama enam hari sejak Selasa (28/10/2014). Agenda mereka yaitu berkunjung ke Singapura dan melakukan kegiatan outbond. Suparman beralasan kegiatan itu untuk meningkatkan keakraban sesama anggota dewan.
Terang, kegiatan itu mendapat kecaman. DPRD Riau sudah mendapat kritik lantaran mobil dinas mewah menghabiskan dana APBD hingga lebih Rp30 miliar.
Kemudian, para wakil rakyat itu melakukan perjalanan ke Bali. Anggaran membengkak karena perjalanan juga mengikutsertakan sejumlah pegawai Sekretariat DPRD Riau.
Peneliti dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau, Usman, mengatakan pelesiran itu menambah citra buruk bagi reputasi para anggota dewan. Kegiatan yang menggunakan anggaran hingga miliaran rupiah itu dianggap sebagai pemborosan.
Padahal, mereka baru saja mengemban tugas sebagai anggota dewan sejak pelantikan pada awal September 2014. Sementara mereka, lanjut Usman, belum menunjukkan prestasi apapun. Mereka malah menggunakan dana APBD untuk bersenang-senang. ***