PEMILIHAN Presiden (Pilpres) diakhiri dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan menolak gugatan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang diusung Koalisi Merah Putih. Artinya, keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam hitungan real count, yakni rekapitulasi hasil Pilpres 2014 yang hasilnya, Jokowi-JK menjadi pemenang Pilpres 2014.

''Jumlah total perolehan suara nomor urut satu adalah 62.576.444 atau 46,85% sedangan perolehan nomor urut dua adalah 70.997.833 atau 53,15%,'' kata pimpinan rapat pleno, Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam rapat pleno KPU di Kantor KPU di Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2014).

Hasil Pilpres itu ditetapkan dalam Keputusan KPU Nomor 535/KPTS/KPU/2014. Hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri dari perolehan suara di 33 provinsi dan 130 perwakilan luar negeri.

Jokowi-JK saat ini belumlah dilantik. Gonjang-ganjing pemilihan menteri sudah tersiar hebat. Bahkan pengamat sudah berbicara dengan memberikan masukan-masukan kepada pasangan pemenang pilpres tersebut.

Jika mengingat janji pada saat kampanye, tentulah penulis, bahkan seluruh masyarakat di Provinsi Riau pasti mengingat janji yang pernah dilontarkan Jusuf Kalla (JK) tersebut.

Pasangan Jokowi ini menjanjikan mengangkat putra terbaik Riau untuk menjadi menteri jika memenangi Pilpres tanggal 9 Juli 2014.

Tak tanggung-tanggung, janji ini disampaikan JK sampai dua kali, yaitu saat bersilaturahmi di rumah Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau H Tenas Effendy dan di Kantor Riau Pos Group pada Sabtu (7/6/2014).

Seperti dikutip dari riaupos.co, niat dirinya untuk mendudukkan salah satu putra asal Riau mengisi posisi menteri disebut JK sangat serius. Ia bahkan sudah meminta daftar nama tokoh-tokoh Riau yang memiliki peluang kepada Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau, H Tenas Effendy yang juga ia kunjungi kemarin pagi.

''Saya tadi (kemarin pagi, red), jumpa Pak Tenas Effendy. Saya bilang dengan beliau, berikan daftar putra terbaik Riau yang berkemampuan. Saya yakin Insya Allah, saya jaminannya,’’ tegas JK.

Dalam diskusi di Kantor RP, kepada JK juga diminta apa jaminan janjinya untuk memajukan Riau serta mengangkat salah satu wakil Riau sebagai menteri.

''Orang dipercaya itu mulutnya dipercaya. Jaminan pertamanya kesatuan bangsa, bangsa yang besar. Berikan pada kami tokoh yang mampu dan dapat dipercaya. Karena Riau ini daerah utama,’’ ucapnya.

Dalam paparannya yang berlangsung singkat sambil menghabiskan santap siang, JK menegaskan antara dirinya dan Jokowi sudah berkomitmen untuk siapa menempati jabatan apa, baru akan ditentukan setelah mereka memenangi Pilpres 2014.

''Kita sudah berjanji menang dahulu baru mengatur. Berbeda dengan di sebelah, kalau dilihat, kita hitung sudah 70 orang yang akan jadi menteri. Kita tidak ingin janji seperti itu,’’ katanya.

Dipaparkannya pula, dalam membangun Indonesia nanti jika terpilih, Ia bersama Jokowi akan menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, keduanya harus berjalan beriringan.

''Janji bisa dilaksanakan bersama-sama. Contoh, kita beri otonomi daerah. Soal perizinan hutan dikeluarkan oleh bupati. Kalau bupati berikan pada asing, bagaimana. Jadi harus bersama, pusat dan daerah mengutamakan orang Riau untuk bisa memajukan Riau,’’ tuturnya.

Ia berjanji, Riau akan menjadi prioritas dalam pembangunan, karena tak sedikit sumbangsih Riau pada Indonesia. ‘’Secara kebangsaan kita ingin memajukan bangsa ini. Riau termasuk yang utama. Kita perbaiki infrastruktur di Riau. Yang jelas, kita bicara pada waktunya, tidak mengobral janji, tapi melaksanakan janji,’’ katanya.

Jika dilihat dari pertemuan tersebut, tentunya penulis mengingatkan kepada JK, agar betul-betul memenuhi janjinya saat kampanye pilpres di Riau.

Masyarakat Riau ingin bukti bukan janji manis saat kampanye saja. Orang dipercaya itu mulutnya dipercaya, begitulah penggalan kalimat yang disampaikan JK yang kini Wakil Presiden terpilih.

Karena penulis memiliki keyakinan, bahwa putra-putri di Bumi Lancang Kuning ini banyak yang mampu berkpirah di Pemerintah Pusat. Bahkan sebelumnya, sudah ada putra-putri Riau yang menduduki posisi menteri, seperti Letjen (Purn) Syarwan Hamid yang menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Lukman Edy juga pernah menjabat Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal.

Bahkan saat ini ada Alfitra Salamm yang menduduki posisi Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora). Selain itu, banyak lagi nama-nama yang mesti dipertimbangkan untuk menduduki jabatan menteri, baik warga Riau yang ada di Jakarta maupun berdomisili di Riau.

Saat ini Riau bersabar menunggu pengumuman menteri di kabinet Jokowi-JK. Pak JK kami tunggu janji yang pernah diucapkan di Riau. ***

*) Amril Jambak, wartawan di Pekanbaru, Riau