SOFIA - Meski usianya sudah melebihi 1.500 tahun, Masjid Banya Bashi ini masih terlihat kokoh. Setiap unsur bangunannya masih kuat memancarkan keindahan di bagian luar dan dalam.

Sehingga, jika melihatnya secara sepintas, pandangan mata akan terkecoh dari fakta sesungguhnya, sebab usia masjid ini lebih 1.500 tahun. Melihat keadaannya yang masih indah, masjid yang terletak di Boulevard Maria Luiza yang berada di pusat Kota Sofia, Bulgaria, ini seakan tidak habis dimakan usia.

Karena semua unsur bangunannya masih terlihat kuat. Warna dasar nya juga masih tajam, seakan Banya Bashi ini belum lama dibangun. Masjid yang di bangun pada masa kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmani (Ottoman) ini memiliki beberapa unsur menarik dibandingkan dengan bangunan-bangunan di sekitarnya.

Unsur pertama yang membuat masjid ini berbeda dengan bangunan di sekitarnya adalah adanya susunan batu bata yang tidak menggunakan tambahan lapisan luar atau plester.

Susunan batu bata mendominasi setiap bagian luar masjid yang keberadaannya menimbulkan sebuah warna merah tanah kecokelatan. Unsur lain yang membedakan dari bangun berbentuk oval ini adalah keberadaan menara dan kubah.

Tinggi menara ini menjadi petunjuk alami bagi pelancong Muslim yang mencari tempat shalat sekaligus istirahat setelah berkeliling di Kota Sofia yang terletak di Eropa Tenggara. Menara masjid dua kali lebih tinggi dari bangunan utama masjid.

Tingginya menara bukan hanya berfungsi sebagai tempat muazin azan, melainkan juga berfungsi sebagai penunjuk arah. Bagi wisatawan Muslim, memang mas jid bukan sekadar tempat untuk shalat, melainkan juga bisa digunakan untuk isitrahat sejenak setelah mengelilingi wilayah bekas kekuasaan Ottoman ini.

Sempat Ditutup

Ibu Kota Bulgaria, Sofia  memang wilayah yang banyak dikunjungi wisatawan karena banyak situs dan budaya Islam peninggalan Sultan Murad III (1574-1595). Masjid Banya Bash adalah satu dari sekian destinasi favorit itu. Salah satu masjid tertua di Eropa ini sempat ditutup pada masa komunis berkuasa di Bulgaria.

Setelah rezim komunis tumbang, sekitar awal 1970-an Banya Bashi kembali ke fungsinya semula sampai hari ini. Masjid setiap harinya melayani komunitas Muslim Kota Sofia yang mencapai 8.614 jiwa dari keseluruhan populasi Sofia yang berjumlah 1,1 juta jiwa.

Kubah Selain susunan batu bata dan menara, unsur lain yang tidak kalah megah pada bangunan ini ialah eksotisme kubah. Masjid yang jika dilihat dari luar kejauhan berbentuk tiga tumpukan ini memiliki empat kubah.

Kubah utama pada masjid ini hampir menutupi seluruh badan masjid. Semen - tara, tiga kubah lainnya yang berukuran lebih kecil berjajar di tumpukan pertama yang membentuk sebagai simbol struktur organisasi kekuasaan pada sistem mo narki.

Bentuk kubah seperti demikian merupakan gaya arsitektur masjid Timur Tengah. Sehingga, bagi siapa saja yang melihatnya mudah menyebut bahwa bangunan itu merupakan sebuah tempat umat Islam memanjatkan doa ketika salat.

Maklum, di wilayah ini tempat sakral umat Islam masih perlu sedikit tertutup jika ingin tetap bertahan.***