GAZA, GORIAU.COM - Serangan pejuang semakin menyulitkan pasukan Israel. Untuk meningkatkan kekuatannya menghadapi Hamas, Israel memanggil 16.000 wajib militer.

Operasi awal yang terbatas dengan serangan udara diperluas menjadi serangan darat pada 17 Juli.

Sejak saat itu operasi tampaknya diarahkan untuk menghancurkan sekitar 30-an terowongan bawah tanah yang dibangun Hamas untuk menyerang ke wilayah Israel.

Israel mengatakan sebagai besar dari terowongan itu sudah dihancurkan dan diperlukan waktu beberapa hari untuk menghancurkan semuanya.

Bagaimanapun, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, sudah menegaskan agar Israel siap melakukan operasi dalam waktu yang lama di Gaza sampai tujuan merusak terowongan tercapai.

Dalam perkembangan terpisah, Israel menyatakan akan menyelidiki pengeboman sekolah di Gaza yang menjadi tempat pengungsian warga sipil, yang menewaskan sedikitnya 16 orang.

Seorang juru bicara pemerintah, Mark Regev, mengatakan kepada BBC mereka akan meminta maaf jika memang menemukan mereka bertanggung jawab atas serangan di sekolah tersebut.

"Kami memiliki kebijakan tidak menjadikan warga sipil sebagai sasaran," katanya.

Hingga saat ini sekitar 1.360 warga Palestina tewas dan sebagian besar adalah warga sipil sementara di pihak Israel jatuh 58 korban jiwa, dua diantaranya penduduk sipil.***