JAMBI, GORIAU.COM - Kabut asap cukup pekat menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya, Selasa (9/9/2014) pagi. Akibatnya aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin lumpuh sejak pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.
Kepala Bandara Sultan Thaha Syaifuddin, Dorma Manalu membenarkan gangguan kabut asap terhadap aktivitas penerbangan. Ratusan penumpang menumpuk hingga pukul 10.00.
"Jarak pandang di bawah normal, di bawah satu kilometer. Karena membahayakan, pesawat Garuda, Lion Air dan Sriwijaya Air tidak dapat mendarat. Setelah pukul sepuluh normal kembali," kata Dorma Manalu.
Kabut asap juga menyelimuti Kabupaten Muarojambi. Tak hanya menghambat jarak pandang, kabut asap juga menyesakkan pernafasan.
"Kabutnya pekat sekali Pak, dan bau sangitnya menyakitkan hidung," ujar Bayu, seorang tukang ojek di perbatasan Kota Jambi dengan Kabupaten Muarojambi.
Berdasarkan data satelit, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi menduga kuat kabut asap merupakan kiriman dari kebakaran lahan di Sumatra Selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Muarojambi.
Menurut Kepala Bidang Tanggap Darurat Kantor BPBD Jambi, Purwoko, titik panas akibat kebakaran lahan dan hutan di wilayah Provinsi Jambi relatif sedikit. BPBD memantau 18 titik di Kabupaten Merangin, Sarolangun dan Kabupaten Bungo, jauh di sebelah barat Kota Jambi.
Pendaratan Alternatif
Sementara Zulfahmi, General Manager PT Angkasa Pura II mengatakan, cuaca buruk di Jambi yang terjadi sejak pagi, membuat pesawat mencari alternatif mendarat. "Saat ini Jambi juga mengalami kabut asap yang jarak pandangnya rendah sehingga pesawar terpaksa mendarat di SMB II," kata Zulfahmi.
Kondisi ini memaksakan maskapai yang berangkat dari Bandara Soekarno Hatta untuk melakukan pendaratan di Palembang yang merupakan alternate aerodrome (bandara alternatif terdekat).
Pesawat yang melakukan divert tersebut Garuda Indonesia GA 130 mendarat pukul 08.41 WIB yang berangkat lagi 10.55 WIB dan maskapai Sriwijaya Air 060 CGK tiba pukul 08.45 WIB yang berangkat lagi pukul 10.50 WIB. Pesawat yang mengalami divert parkir di taxi way yang paralel dengan landasan.
"Kita sebagai alternate aerodrome menyiapkan terminal. Para penumpang kita alihkan untuk turun dan menunggu di ruang tunggu keberangkatan," pungkasnya. ***