JAKARTA, GORIAU.COM - Indonesia ternyata memiliki kekayaan harta karun yang melimpah. Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen P2SDKP) mencatatkan, Indonesia mempunyai 464 titik yang menjadi lokasi harta karun atau yang apabila dikelola dengan baik dan benar akan setara nilainya dengan Rp127,6 triliun.

''Apabila 464 lokasi tersebut dapat dikelola dengan baik dan benar, negara akan memiliki pendapatan ekonomi sebesar USD12,7 miliar atau setara dengan Rp127,6 triliun,'' ucap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Perusahaan Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam Indonesia (ASPBMKT) Harry Satrio di Jakarta, Senin (8/6/2015).

Lanjut dia, nilai harta karun per titik lokasi BMKT berkisar antara USD15 juta hingga USD40 juta, atau rata-rata senilai USD27,5 juta.

Selama ini, Harry menjelaskan, potensi harta karun Indonesia, sayangnya masih belum banyak yang tergarap secara maksimal. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan agar segera mengatur segala bentuk kebijakan, regulasi serta pengawasan jika ingin mengundang masuk baik para investor swasta nasional maupun asing untuk turut serta bekerjasama dalam menjaga ‘harta karun’ yang dimiliki Indonesia.

''Sudah jelas pemerintah harus segera mengeluarkan kebijakan, regulasi serta pengawasan yang komprehensif, objektif dan transparan,'' jelas dia.

Diperlukan pula, tutur dia, sebuah koordinasi yang lancar, termasuk prosedur dan pedoman teknis di lapangan. ''Agar tidak menyimpang dari kaidah arkeologis, serta model skema penawaran kerjasama operasi dengan perusahaan nasional atau asing, berikut aturan main dan pola bagi hasilnya,'' tuturnya.

Jika semua prosedur dan koordinasi berjalan dengan baik dan benar, maka para pemburu harta karun pun akan datang dengan sendirinya.

''Tanpa diundang pun para pemburu harta karun dari berbagai belahan bumi ini dipastikan akan berdatangan,'' pungkas Harry.

Sekadar informasi, lokasi kapal tenggelam atau harta karun Indonesia tersebar di beberapa lokasi, antara lain: Pelabuhan Ratu 134 lokasi; Selat Bangka tujuh lokasi; Belitung sembilan lokasi; Selat Gaspar, Sumatera Selatan lima lokasi; Selat Karimata tiga lokasi; Perairan Riau 17 lokasi; Selat Malaka 37 lokasi; Kepulauan Seribu 18 lokasi; Perairan Jawa Tengah sembilan lokasi; Karimun Jawa, Jepara 14 lokasi; Selat Madura lima lokasi; NTB/NTT delapan lokasi; Selat Makassar delapan lokasi; Perairan Cilacap, Jawa Tengah 51 lokasi; Perairan Arafuru, Maluku 57 lokasi; Perairan Ambon, Buru 13 lokasi; Perairan Halmahera, Tidore 16 lokasi; Perairan Morotai tujuh lokasi; Teluk Tomini, Sulawesi Utara tiga lokasi; Irian Jaya 32 lokasi; dan Kepulauan Enggano 11 lokasi. ***