PEKANBARU - Momen wisuda Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru kali ini menyisakan jejak emosional yang mendalam bagi ribuan hadirin. Tangis haru pecah saat 10 mahasiswa disabilitas berjalan menuju panggung utama untuk menerima gelar sarjana Strata 1 (S1), memecah keheningan prosesi akademik yang berlangsung Rabu (28/10/2026).

Kehadiran kesepuluh wisudawan istimewa ini menjadi bukti nyata komitmen Unilak sebagai kampus inklusif di Provinsi Riau yang memberikan kesetaraan akses pendidikan bagi semua kalangan. Adapun sepuluh lulusan tangguh tersebut adalah Aufa Syafikha Maulia, Rudi Setianto, Rabiatul Adawiyah, Ezelya Dhea Andina, Mayres Chata, Mohd. Khasbullah R, Qurutul Uyun Harahap, Farid Mahmud, Roro Darma Tirta, dan Resha Anzara Putri.

Di hadapan sekitar 3.000 wisudawan beserta pendamping, Rektor Unilak, Prof Dr Junaidi memberikan penghormatan khusus. Ia memanggil para lulusan disabilitas ini untuk naik ke atas panggung dan berdialog langsung. Suasana yang mulanya khidmat berubah menjadi sangat syahdu saat Arifin, salah satu perwakilan orang tua wisudawan, mendapat kesempatan untuk membagikan isi hatinya.

Dengan suara bergetar dan menahan isak tangis, Arifin meluapkan rasa syukurnya. Ia menilai Unilak memiliki nilai lebih karena keberanian serta ketulusan institusi pendidikan tersebut dalam membuka ruang seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas.

"Kami melihat Unilak ini beda dari universitas lain, yaitu menerima mahasiswa disabilitas," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Arifin turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran rektorat, dosen pembimbing, serta pemerintah daerah yang telah menyalurkan beasiswa pendidikan. Dukungan finansial dan moral tersebut menjadi pendorong utama bagi anak-anak mereka untuk terus bangkit menyelesaikan bangku perkuliahan di tengah berbagai keterbatasan.

"Tidak ada yang mau mempunyai anak dengan keterbatasan. Tapi kami bahagia dan bangga, ini adalah mukjizat yang diberikan Allah kepada kami," urainya.

Merespons ungkapan tulus tersebut, Prof Dr Junaidi langsung menginstruksikan seluruh civitas akademika dan tamu undangan untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada para wisudawan istimewa tersebut.

"Tolong berdiri, kita berikan standing applause untuk adik-adik kita ini," seru Rektor Unilak.

Gemuruh tepuk tangan pun menggema panjang di seluruh penjuru ruangan. Banyak orang tua wisudawan lain yang terlihat menyeka air mata, terhanyut dalam suasana haru sekaligus bangga melihat pencapaian luar biasa yang ditorehkan para mahasiswa tersebut.

Menjelang akhir dialog, Arifin menyempatkan diri memohon doa kepada seluruh hadirin yang memadati ruangan. Ia menyebutkan bahwa sang anak memiliki tekad yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2) di kampus yang sama.

"Beliau mau melanjutkan S2, mohon doa bapak ibu semuanya. Berikan kami kekuatan, kesehatan, dan kemurahan rezeki, mudah-mudahan cita-cita beliau kami ikuti," harapnya. ***