PEKANBARU - Peta persaingan antardaerah dalam menarik minat penanam modal di Provinsi Riau memperlihatkan pergerakan yang dinamis dan berdaya saing tinggi. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026, Kota Pekanbaru dan Kota Dumai saling berpacu menjadi magnet utama pendaratan dana segar dari para investor lokal maupun mancanegara.

Berdasarkan catatan resmi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Pekanbaru memang masih memimpin akumulasi periode Januari hingga September dengan total perolehan Rp9,28 triliun. Namun, konstelasi berubah drastis pada rentang Triwulan III, dimana Dumai melesat tajam memimpin klasemen dengan capaian Rp2,76 triliun, menggeser dominasi ibu kota provinsi tersebut.

Secara kumulatif sembilan bulan, posisi ketiga diamankan oleh Kabupaten Kampar dengan raihan Rp7,41 triliun. Daerah pesisir dan dataran rendah seperti Kabupaten Bengkalis serta Pelalawan turut memperkuat struktur pembiayaan wilayah dengan sumbangsih masing-masing di kisaran Rp5,19 triliun dan Rp5,15 triliun.

Sementara itu, rekapitulasi khusus Triwulan III memperlihatkan Kabupaten Bengkalis menempel ketat Dumai di posisi kedua dengan investasi Rp2,41 triliun, disusul Kampar senilai Rp2,12 triliun. Kota Pekanbaru harus puas membukukan Rp1,93 triliun pada kuartal ini, diikuti Kabupaten Siak sebesar Rp1,84 triliun.

Kepala DPMPTSP Provinsi Riau Vera Angelika O.K memaparkan bahwa aliran modal pada Triwulan III sukses menyentuh Rp14,83 triliun dan menyerap 16.197 pekerja baru. Menurutnya, kepercayaan pemodal luar negeri memegang peranan vital dalam menyokong industri strategis di berbagai kawasan andalan tersebut.

"Secara nasional, Riau menempati peringkat ke-12 realisasi investasi gabungan pada Triwulan III Tahun 2026. Untuk realisasi PMDN berada di peringkat ke-7, sedangkan modal asing di peringkat ke-15," bebernya, Rabu (28/10/2026).

Ia merinci bahwa deretan negara yang menjadi penyumbang modal asing terbesar di bumi lancang kuning ini didominasi oleh pelaku usaha raksasa dari Singapura, Malaysia, British Virgin Islands, Hong Kong RRT, serta Bermuda.

Guna mendongkrak masuknya aliran dana baru pada sisa anggaran tahun ini, pemerintah daerah telah mematangkan strategi promosi bisnis berskala Asia Tenggara. Perhelatan bertajuk IMT-GT Trade Fair & Investment yang disandingkan dengan ajang Riau Expo 2026 segera dieksekusi sebagai panggung pertemuan langsung antara pemilik proyek daerah dengan calon penanam modal potensial asal Indonesia, Malaysia, dan Thailand. ***