
SURABAYA, GORIAU.COM - Dua pedagang jajanan keliling mencabuli seorang siswi SD yang masih berusia 14 tahun asal Surabaya. Pencabulan terhadap korban dilakukan kedua pelaku hingga belasan kali di tempat umum dan terbuka.
Dua pedagang itu yakni Tedi Sujana alias Erfan (23), penjual Batagor asal Mandalasari, Kadungora, Garut, yang tinggal di Jalan Karah V Surabaya dan rekannya, Waudin (21), penjual Cimol asal Sidamulyo, Wanasari, Brebes, yang selama ini tinggal di Jalan Wonocolo, Krian, Sidoarjo.Dari pengakuan tersangka kepada petugas, tersangka Waudin mengaku pernah mencabuli korban di toilet Balai RW tak jauh dari rumah korban. Sedangkan tersangka Tedi Sujana alias Erfan, mengaku pernah berulang kali melakukan perbuatan bejatnya di belakang rumah korban."Tersangka Erfan juga mengaku melakukan beberapa kali. Pencabulan dilakukan di sekitar TPU Karah," kata Kapolsek Jambangan Kompol Dwi Gatot Priyono, Kamis (20/3/2014).Kini, dua pedagang cabul meringkuk di dalam penjara setelah diringkus anggota Polsek Jambangan."Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka ini. Mereka kita jerat dengan pasal 81 ayat 2 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun, maksimal 15 tahun," pungkas Dwi Gatot.Terbongkar Terungkapnya kasus pencabulan pelajar SD usia 14 tahun itu setelah kabar tersebut menyebar di sekolah korban. Orangtua korban yang mendengar kasus ini tidak terima dan melaporkan kejadian ini ke polisi.Kapolsek Jambangan Kompol Dwi Gatot Priyono menceritakan, peristiwa ini terungkap setelah korban bercerita ke beberapa teman di sekolahnya. Cerita itu kemudian menyebar."Bahkan sampai terdengar ke guru di sekolah korban. Kemudian guru memberitahukan kabar itu ke orang tua korban," ujarnya, Kamis (20/3/2014).Setelah itu, kata Gatot, orang tuakorban berusaha mengorek keterangan dari pelajar kelas 6 tersebut. Korban pun mengaku telah dicabuli berulang kali oleh kedua pelaku."Dari dasar laporan tersebut dan keterangan dari korban, kita tangkap kedua pelaku," imbuhnya.Sementara salah satu pelaku mengaku tidak tahu jika korban masih duduk di bangku SD. Alasannya, tubuh korban kelihatan sudah dewasa alias bongsor. "Saya tidak tahu kalau dia (korban) masih SD. Karena dia kelihatan sudah besar," kata Waudin di sela sela pemeriksaan.***