
MEDAN, GORIAU.COM - Siswi kelas VI SD, sebut saja namanya Bunga (12), menjadi korban kebejatan Fsl (27). Fsl mengaku nekat mencabuli Bunga karena sering melihat kedua orangtuanya melakukan hubungan intim.
Kini Fsl harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Orangtua Bunga yang tidak terima anaknya dibawa kabur dua hari dan dicabuli mengadukan Fsl kepada polisi.
Lihat Orangtuanya Bersetubuh
Fsl, warga Jalan Pahlawan, Medan, kini mendekam di penjara Polsek Medan Baru karena menodai bocah kelas VI SD. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Fsl berhasil menodai bocah tersebut setelah berhasil memperdayanya. Bunga dicabuli Fsl di salah satu losmen di Jalan Bintang, Medan. Laki-laki ini mengaku melakukan perbuatan itu karena sering mengintip orang tuanya melakukan hubungan badan.
"Gara-gara aku sering melihat orangtua-ku berhubungan badan kalau tengah malam," ucapnya di Mapolsek Medan Timur, Rabu (22/10/2014).
Fsl mengaku bisa berkenalan dengan Bunga saat dirinya berkunjung ke rumah pamannya di Jalan Letda Sujono pada Minggu (5/10). Dari perkenalan itu, dia mengaku menjalin cinta dengan siswi SD itu. "Aku nyatakan suka, lalu kami jadian," sebutnya.
Sepekan berselang, Minggu (12/10), Fsl mengajak Bunga berkeliling Kota Medan. Di tengah perjalanan mereka singgah ke salah satu losmen di Jalan Bintang. "Kubilang aku akan bertanggung jawab dan akan menikahinya. Dia akhirnya mau. Kami melakukannya dua kali, tapi yang kedua tidak jadi," akunya.
Anggap Bunga Dewasa
Fsl berdalih tidak mengetahui Bunga masih anak-anak. Alasannya, bocah itu berbadan besar dan mengaku sudah tamat sekolah.
"Badannya kan besar. Dia ngakunya sudah tamat. Aku nggak tahu dia masih kelas VI SD," kata Fsl di Mapolsek Medan Timur.
Fsl yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi becak motor ini mengaku tidak memaksa Bunga melakukan hubungan intim. Bocah itu pun tidak menolak dibawa ke losmen di kawasan Jalan Bintang, Medan. "Dia mau saja. Aku ajak berhubungan pun dia mau. Tak ada pemaksaan," sebutnya.
Dua Hari Tak Pulang
Fsl mengaku pernah membawa Bunga kabur dua hari. "Dia bilang nggak mau pulang karena ibunya sedang ke Jakarta. Pas mengantarnya pulang, aku ditangkap. Waktu itu bapaknya tanya dari mana kalian dan apa dia sudah tidak perawan. Waktu diinterogasi itu, aku takut dia (Bunga) dipukuli, aku ngaku telah mencabulinya. Aku bertanggung jawab untuk menikahinya," sebut Fsl.
Namun, terkait seluruh pengakuan pelaku, polisi masih mendalami kasus pencabulan yang dilakukan Fsl terhadap Bunga tersebut. "Kita masih menunggu hasil visum korban," ucap Kanit Reskrim Polsek Medan Timur Iptu Alexander Piliang. ***