
JAKARTA, GORIAU.COM - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan, semua penduduk Jakarta pasti mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta apabila mereka sakit dan membutuhkan perawatan di rumah sakit.
"Nggak ada KTP juga kami urus kok. Saya langsung masukin ke data orang terlantar," ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, saat ditemui di Balai Kota pada Senin, 9 November 2015.
Menurut Ahok, semua orang yang terdaftar dalam data orang terlantar milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, akan ditanggung biaya pengobatannya oleh pemerintah. "Karena BPJS udah kami bayar, 4,7 juta atau 4,8 juta orang gitu," kata Ahok.
Ahok pun menambahkan, dirinya telah memerintahkan para lurah di seluruh Jakarta untuk memaksa masyarakat yang sakit untuk dirawat di rumah sakit. "Kalau ketemu anak gizi buruk nggak mau dirawat, ambil paksa aja udah. Kalau nggak mau diambil paksa, tanda tangan pernyataan, jangan banyak ngoceh kamu itu," ujar Ahok.
Ahok menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun penduduk Jakarta yang terlantar, termasuk penduduk yang berasal dari luar Jakarta. "Orang yang gizi buruk datang dari luar aja kami tampung. Kamu kira di panti DKI itu berapa persen? Di atas 50 persen orang luar Jakarta lho. Kita piara, hidup tuh. Tapi ya enggak papa, namanya juga Ibu Kota," kata Ahok.
Selain itu, menurut Ahok, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memiliki program "Ketok Pintu Layani dengan Hati" yang mana data-data tentang penduduk Jakarta tercatat di situ. Saat ini, menurut Ahok, baru penduduk di rumah-rumah susun saja yang tercatat.
"Yang gang-gang belum masuk. Makanya, RT RW harus berfungsi. Kalo RT RW nggak peduli, nggak tau warganya, pecat aja. Masak kamu ngurusin 30 rumah tangga, nggak tau si A, si B, gemuk, kurus, tinggi, atau pendek? Gila aja jadi ketua RT kayak gitu. Saya aja tau tetangga saya yang tiap pagi lewat," tutur Ahok.***