SANUR, GORIAU.COM - Ada-ada saja peristiwa jelang Pemilu 2014. Di Sanur Bali, tiba-tiba muncul spanduk jual beli suara pemilih. Isi spanduk itu menawarkan kepada caleg yang menginginkan suara bisa menghubunginya pada nomor ponsel tertentu yang ditulis dalam spanduk tersebut.

Spanduk yang berukuran 2 X 1 meter itu sempat menggegerkan Kota Bali. Sebab, bagi mereka yang memiliki hasrat dan ambisi untuk maju dan menjadi anggota DPRD, DPD, DPR RI sudah dihitung berapa besaran harga suara yang dikeluarkannya.

Adapun harga yang tertera dalam spanduk itu, untuk DPRD Kota dan DPRD Provinsi sebesar Rp 150.000 per suara. Sedangkan untuk DPD Rp 200 ribu per suara, dan DPR RI Rp 250 ribu per suara. Dalam spanduk itu juga tertera bahwa harga suara bisa dinegosiasi.

Ternyata, spanduk itu dipasang oleh I Wayan Joni. Seorang pengusaha percetakan di daerah tersebut. Apa alasan dia memasang spanduk itu?

"Saya cuma mau mengukur seberapa demokrasi kita," ujar Wayan Joni membela diri saat dihubungi merdeka.com sebagaimana dikutip GoRiau.com, Sabtu (22/2) beberapa waktu lalu.

Maksudnya? "Jajak pendapat saja. Ada nggak yang ingin beli," lanjut Wayan.

Transaksi jual beli suara di atas mengingatkan akan perempuan bernama Hasnaeni. Wanita yang dijuluki wanita emas yang berhasrat mengikuti Pilgub DKI Jakarta pada tahun 2012.

Bahkan wanita bernama asli Mischa Moein ini mengaku telah 'membeli' suara dari 26 partai non parlemen di DKI Jakarta untuk mengusungnya.

Menurut Hasnaeni, 26 partai tersebut telah menandatangani kontrak perjanjian di atas materai 6 ribu untuk mendukungnya di Pilgub DKI.

"Bukti tertulis ada yang ditanda tangani pada 24 Januari oleh 26 partai di kantor Partai Demokrasi Pembaruan, di Tebet," ujar Hasnaeni kepada merdeka.com saat di Warung Kopi Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).

Hasnaeni menuturkan, bahwa dirinya telah mengeluarkan sejumlah uang untuk dukungan partai gurem tersebut. "Tidak etis saya sebut, tapi ratusan juta itu yang tercantum, belum yang tidak tercantum," ujar Hasnaeni singkat.

Namun tiba-tiba, 26 partai tersebut malah mendukung pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono. Hasnaeni pun berang dan melaporkan hal tersebut ke Mabes Polri.

Berdasarkan data KPU, sedikitnya ada 6.607 caleg yang bertarung memperebutkan 560 kursi DPR. Belum ditambah caleg tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Peluang ini juga ditangkap para 'dukun politik'. Mereka menawarkan cara alternatif agar para caleg yang kurang percaya diri, bisa menarik para pemilih saat Pemilu 2014 digelar. ***