TANGERANG, GORIAU.COM - Dita Destiana (19), warga RT 1/2, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, tega membuang bayi yang baru dilahirkannya pada sore tadi. Diduga sang ibu bayi tersebut stres, karena anaknya merupakan hasil hubungan gelap.

Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut dilempar ke belakang rumahnya melewati tembok setinggi 2 meter. Namun bayi malang tersebut selamat.

Menurut tetangga korban, Lina, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (8/6/2014), sekitar pukul 15.00 WIB. Tiba-tiba saja, warga berkumpul di belakang rumahnya karena menemukan bayi yang dibungkus plastik.

"Yang menemukan tetangga belakang, dia denger ada suara seperti benda jatuh. Saat dilihat ternyata bayi, masih ada darahnya dan tali pusarnya juga. Kemungkinan baru dilahirkan," katanya.

Diduga Dita melahirkan bayinya di rumahnya. Karena panik, bayi tersebut dibuang ke belakang rumah. Namun tidak ada yang tahu kalau dia melahirkan.

"Enggak kedengeran suaranya, keluarganya sendiri saja enggak ada yang tahu. Kemungkinan dia panik dan tidak tahu bagaimana mengurus bayinya, jadi dibuang," kata Lina.

Lina juga mengaku tidak tahu kalau ibu si bayi, Dita hamil. Dia pun tidak pernah melihat suami Dita. Menurutnya, Dita tinggal bersama ibu dan adiknya baru dua bulan di Kedaung Wetan. "Mereka pindahan Lampung. Katanya sih dia juga punya suami, tapi tinggalnya di Lampung," ungkapnya.

Kapolsek Neglasari Kompol Arif Irwani membenarkan peristiwa pembuangan bayi tersebut. Motif sementara Dita melakukan hal tersebut karena malu.

"Dia kan tidak punya suami, mungkin untuk menutup malunya dan tidak ketahuan kalau hamil, dia membuang bayinya," ujarnya.

Saat ditanya, Dita sempat mengelak kalau dia membuang bayinya. Namun saat didesak, akhirnya dia mengaku. Kemudian Dita dan bayinya langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk mendapat perawatan.

"Ibu dan bayinya masih lemah, jadi dibawa ke rumah sakit. Info dari dokter, kondisinya bayinya baik," jelasnya.

Bayi tersebut kini dirawat di ruang isolasi RSUD Kabupaten Tangerang. Sementara Dita mendapat perawatan karena pendarahan di ruang ICU.***