JAKARTA, GORIAU.COM - Kubu pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) merasakan intensitas serangan kepada pihaknya makin tinggi pasca-debat perdana capres-cawapres Senin malam lalu.
Menurut Juru Bicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, hal ini tak lepas dari semakin tingginya elektabilitas pasangan calon nomor dua itu belakangan ini.
"Lebih-lebih setelah acara debat KPU di mana Jokowi-JK tampil secara mengejutkan, percaya diri, dan sangat memahami persoalan bangsa," ujar juru bicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto lewat keterangan tertulis, Kamis(12/6/2014).
Pada 4 Juni atau lima hari sebelum debat capres saja, menurut data lembaga pemantau Politicawave, Jokowi-JK sudah mendapat kampanye hitam sebanyak 94,9 persen dan kampanye negatif sebanyak 5,1 persen. Sementara pesaingnya, Prabowo-Hatta hanya menerima kampanye hitam sebanyak 13,5 persen dan kampanye negatif sebanyak 86,5 persen.
Menurut Hasto, sejak Jokowi disebut-sebut menjadi calon presiden terkuat, situasinya juga berubah. Bilamana dulu Jokowi menerima pujian, kini politikus PDIP itu harus siap menerima serangan.
"Serangan tajam yang ditujukan kepada Jokowi-JK cermin kekhawatiran kubu Prabowo-Hatta atas kuatnya dukungan rakyat. Tanpa harus dimobilisasi untuk memberikan dukungan, relawan Jokowi JK bergerak spontan," ucap Hasto, yang juga wasekjen DPP PDIP ini.
Hasto mengatakan, Jokowi-JK akan selalu mengingat pujian yang pernah disampaikan pihak lain, termasuk yang sekarang menjelek-jelekkan keduanya.
"Kalau sekarang berbalik menyerang dengan kata-kata yang keras, tidak masalah. Karena keduanya pemimpin yang tidak mau larut dalam pujian dan tidak mudah kecewa," kata Hasto.
Seperti diketahui, para elite yang saat ini berada di Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pernah memuji Jokowi, sang calon presiden sendiri. Dalam pengantar buku 'Jokowi: Spirit Bantaran Kali Anyar", Prabowo Subianto menyebut Jokowi sebagai Figur Pemimpin Sebenarnya.
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD, pernah memuji kinerja Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta dan sosok Jokowi yang antikorupsi.
"Kalau Jokowi, saya kira dia salah satu contoh pejabat yang bekerja apa adanya, penuh kesederhanaan, dan kesungguhan. Saya kira enggak adalah yang bisa membantah itu," kata Mahfud usai menjadi pembicara dalam Diskusi Kearifan lokal dan Penguatan SDM Aparatur Yang Melayani, di Balaikota Jakarta, Selasa 29 Oktober tahun lalu.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, juga pernah tercatat memuji Jokowi saat pencalonan gubernur DKI di Pilkada 2012. Bahkan, Fadli mengatakan Jokowi meneladani kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab.
"Umar bin Khattab mengunjungi rakyat di pasar dan rumah-rumah mereka secara langsung, bukan diwakili, begitu juga Jokowi," kata Fadli tentang satu dari tujuh butir teladan Jokowi yang disebar via BlackBerry Messenger, Jumat 21 September 2012.
Sementara, Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie pada akhir April lalu memuji Jokowi sebagai calon presiden yang sopan. "Sebagai capres yang lebih muda, Pak Jokowi kan orangnya sopan sekali," kata Aburizal saat ditemui Jokowi di kantornya, DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, 12 April lalu.
Menurut Hasto, dalam sejumlah kesempatan, Jokowi selalu mengingatkan masa kampanye ini harus dijalani dengan kegembiraan, bukan dengan saling menjelekkan. "Pendukung Pak Jokowi dan JK diharapkan tetap bisa menahan diri," tandasnya.***


