JAKARTA, GORIAU.COM - Komjen Anang Iskandar kini menduduki pos baru sebagai Kabareskrim. Anang pun menyampaikan visinya akan penindakan hukum di Bareskrim.

"Jadi penegakan hukum terhadap masyarakat-masyarakat yang melanggar. Jadi kalau tidak melanggar ya nggak terkena penegakan hukum," terang Anang, Jumat (4/9/2015).

Anang menegaskan, dirinya akan mempelajari dan menelaah kasus-kasus yang sudah ditangani Bareskrim selama ini. Dia memastikan, kasus yang ada akan tetap ditindaklanjuti.

"Intinya penegakan hukum pasti akan dilanjutkan," imbuh dia.

Sekali lagi Anang menyampaikan, penegakan hukum akan dilakukan pada masyarakat yang melakukan penyimpangan.

"Jadi penegak hukum itu terhadap mereka yang menyimpang," tutup dia.

Alasan Mabes Polri

Mabes Polri menyambut baik kedatangan Anang yang punya segudang pengalaman dan menorehkan prestasi selama memimpin BNN.

"Pak Anang kan kita lihat pengalaman tugasnya, dulu pernah bertugas di reserse dan sudah berhasil juga di BNN. Jadi, hasil keputusan Wanjakti, jadinya Pak Anang, dan mungkin karena ada beberapa pertimbangan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jaksel, Jumat (4/9/2015).

Saat serah terima jabatan, nantinya Buwas akan langsung dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Sementara Anang yang menjadi Kabareskrim, akan dilantik oleh Kapolri. Apakah hal tersebut dianggap kemunduran bagi Anang?

"Bukan, itu hanya kebutuhan organisasi. Status eselonnya sama, tetapi Pak Budi Waseso memang lebih tinggi. Lagipula pergantian ini karena kebutuhan organisasi," kata Anton.

Anang yang merupakan lulusan Akpol tahun 1982 ini mengawasi karir sebagai Wakapolsek di Mapolsek Denpasar Kota, Bali. Berbagai jabatan di kepolisian pun pernah dicicipi, seperti menjadi Kapolres Metro Jakarta Timur dan Kasat Reskrim Polres Tangerang Polda Metro Jaya.

Di BNN sendiri, prestasi Anang terbilang mumpuni. Di bawah kepemimpinannya, dirinya pernah membongkar jaringan narkoba lintas negara 800 Kg sabu. Jaringan ini dikendalikan oleh Wong Chi Ping, buronan interpol 7 negara yang dikenal licin menghindari pasukan elit kepolisian. ***