JAKARTA, GORIAU.COM - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan sudah membuat sejumlah langkah demi mematangkan persiapan menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak.

Ketua Fraksi PKB di MPR Lukman Edy, mengatakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB sudah membentuk desk khusus yang menangani pilkada. Selain itu, membentuk Standard Operastion Procedure (SOP) untuk proses pencalonan calon kepala daerah. "SOP ini tentu menyesuaikan dengan UU Pilkada yang baru," kata Lukman Edy di Jakarta, Sabtu (4/4).

Di sisi lain, pengurus cabang dan pengurus wilayah PKB juga sudah membuka meja pendaftaran calon kepala daerah di tingkat II dan tingkat II. "Sudah banyak yang mendaftar. Tetapi ada juga daerah yang belum membuka. Itu sangat tergantung kesiapan mereka," kata Lukman Edy.

Terkait koalisi, Lukman menyatakan, sejauh ini belum ada arahan dari DPP agar membangun dengan salah satu koalisi, misalnya, hanya dengan calon dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Walau secara informal, dipahami oleh para kader bahwa prioritas membangun koalisi adalah dengan parpol dari KIH.

PKB juga memiliki strategi untuk memperbanyak kadernya duduk sebagai calon kepala daerah. Apabila PKB hanya memiliki tiga kursi di DPRD setempat, maka akan mengambil jatah calon wakil kepala daerah. Sementara bila memiliki minimal lima kursi, kader PKB didorong bersaing menjadi calon kepala daerah.

"Suara PKB sekarang hampir merata di semua daerah. Kalau dulu kan hanya terpusat di Jateng dan Jatim. Tapi memang target kita, basis kita, masih pilkada di Jateng dan Jatim," kata dia.

Dia mengatakan, beberapa wilayah di luar kedua provinsi itu akan diberi perhatian adalah Sumatera, khususnya Riau. Lalu di Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan.

Ditanya jumlah kader PKB yang sudah menjadi kepala daerah, Lukman mengaku tak mengetahui secara pasti. Hitungannya menjadi sulit karena banyak pilkada yang dimenangkan PKB karena berkoalisi dengan partai lain. ***