PAMULANG, GORIAU.COM - Johanna Febri N (14), siswi SMP, ditemukan sudah menjadi mayat, setelah 3 hari tidak pulang ke rumahnya. Jenazah Johanna ditemukan di semak-semak di Jalan Siliwangi RT 001 RW 02 Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (11/3/2014). Saat diidentifikasi, petugas menemukan tiga luka tusukan di tubuh Johanna, dua di bagian perut dan satu di bagian rusuk sebelah kanan.
"Diduga jenazah adalah korban pembunuhan yang sengaja dibuang oleh pelaku," ujar Kepala Kepolisian Sektor Pamulang, Komisaris Polisi Dodi Ferdinand Sanjaya, di Jakarta, Kamis (13/32014).Saat ditemukan, tak ada identitas sedikit pun yang menempel di tubuh korban. Dodi mengungkapkan, identitas diketahui lantaran kedua orangtua korban mendatangi Polsek Gunung Sindur Bogor untuk melapor dan memberikan ciri-ciri korban.Saat ditemukan, korban menggunakan kaos berwarna merah, celana jins biru, serta kuku kaki terdapat cat kuku berwarna oranye. "Jenazah itu bernama Johanna Febri N yang berusia 14 tahun. Salah satu siswi SMP di wilayah Gunung Sindur, Bogor," kata Dodi.Hilang Sejak MingguDalam laporan tersebut, kedua orangtua korban menjelaskan perempuan yang memiliki tinggi badan sekitar 158 cm itu diketahui berangkat dari rumahnya di Perum Griya Indah RT 005 RW 15, Kelurahan Gunung Sindur, Bogor pada Minggu, 9 Maret 2014.Saat berpamitan, Johanna keluar menggunakan sepeda motor miliknya. Namun hingga Senin, 10 Maret 2014, Johanna tak kunjung pulang, pihak keluarga kebingungan dengan perilaku anaknya yang dianggap tidak biasa.Namun tak lama kemudian, sepeda motor milik anaknya ditemukan di sebuah lokasi yang tidak jauh dari rumah mereka. Kekhawatiran orangtuanya semakin menjadi, karena ditemukan sebilah pisau dapur penuh bercak darah, tas serta jaket milik Johanna di atas sepeda motornya di wilayah Gunung Sindur.Hingga saat ini, pihak kepolisian tengah memeriksa sejumlah saksi untuk mengembangkan kasus ini. Bahkan aparat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Polsek Pamulang bersama Polsek Gunung Sindur terus bekerjasama untuk mengungkap pelaku pembunuh Johanna.Bocah 2,5 Tahun Ditemukan TewasSementara itu, Julian Bisma Kurniawan, bocah berusia 2,5 tahun, ditemukan tewas di dekat kandang ayam tak jauh dari rumahnya, Kamis 13 Maret 2014, pukul 16.00 WIB, di Dusun Gedongsari Batikan, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, DIY. Saat ditemukan, hidung korban berbusa dan dahinya memar.Salah satu tetangga korban Pardimana mengatakan, sebelum ditemukan tewas, Bisma sempat menghilang sejak pukul 10.00 WIB. Putra bungsu dari empat bersaudara pasangan Tutik Winarti dan Mujari tersebut hilang setelah bermain pasir dengan ditunggui neneknya yang tuna rungu. Saat itu, Bisma yang mengenakan kaos warna biru, sempat ditegur Pardiman, tetangganya yang kebetulan lewat."Neneknya pas masuk ke warung, entah mengambil apa," kata Pardiman.Warga lain, Marjo menyampaikan, hilangnya Bisma sempat menimbulkan keributan lantaran diduga diculik. Beberapa hari terakhir ada dua pria mencurigakan yang mondar-mandir di kampungnya mengendarai sepeda motor. Dua orang tersebut sempat berusaha masuk ke rumahnya, lantaran melihat ada dua anak kecil sedang bermain di dalam. "Tapi pintu dikunci, sama istri saya tidak dibuka," ujarnya.Kecurigaan Marjo semakin menguat lantaran dua pria yang dimaksud, masih mengitari kampungnya beberapa hari terakhir.Orangtua Bisma, Tutik Winarti, mengaku kaget saat mendengar kabar anaknya hilang sebelum kemudian ditemukan tewas. Setiap hari, Tutik memang menitipkan Bisma ke orangtuanya lantaran harus bekerja di Tembi. "Dia tidak pernah main jauh, paling cuma di depan atau samping rumah, kan masih kecil," ujarnya sedih.Warga kemudian melakukan pencarian di lokasi kejadian. Mereka keliling kampung bahkan menyusuri dan menyelami sungai kecil depan rumah korban, memastikan dugaan jika korban jatuh dan hanyut di sungai. Setelah enam jam melakukan pencarian, warga akhirnya menemukan Bisma dalam kondisi tidak bernyawa.Kepala Kepolisian Sektor Pandak Ajun Komisaris Paimun mengatakan penyebab kematian korban hingga kini belum bisa dipastikan. Guna penyelidikan lebih lanjut, mayat korban kemudian dibwa ke RS Sardjito untuk dilakukan autopsi. "Bisma ditemukan di sekitar kandang ayam yang berjarak 1 kilometer dari rumahnya. Korban ditemukan pemilik rumah," katanya.***