
JAKARTA, GORIAU.COM - Data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang bagus tidak serta-merta menekan harga emas. Kemungkinan emas masih tertopang oleh permintaan fisik emas yang besar menjelang tahun baru Imlek.
Head Reserach and Analyst PT Monex Investindo, Ariston Tjendra dalam ulasannya, Jumat (17/1/2014), menyatakan level US$ 1.236 per ounce dan US$ 1.248 per ounce menyediakan area tahanan support dan resisten hari ini. Tren naik jangka pendek masih belum terlanggar.
"Jadi penguatan harga emas masih terjaga. Penembusan level US$ 1.248 per ounce bisa membuka pergerakan naik kembali ke area US$ 1.250-US$ 1.256," terang dia.
Namun, karena pergerakan naik ini juga sudah cukup lama sejak akhir tahun, potensi koreksi tetap terbuka. Potensi koreksi membutuhkan konfirmasi penembusan di bawah level support US$ 1.236 per ounce dengan potensi target ke area US$ 1.227-US$ 1.218 per ounce.
Menurut dia, data ekonomi AS yang bisa menjadi market mover pada malam ini adalah data perumahan dan data sentimen konsumen. Bila data AS ini kembali bagus, dolar AS mungkin bisa menguat dan harga emas tertekan. "Waspada pergerakan korektif jelang hari libur pasar AS pada Senin mendatang," jelas dia. ***