
FLORIDA, GORIAU.COM - Ketakutan paling parah dialami rakyat Amerika Serikat, mereka tidak bisa sedikit pun mendengar sebuah ledakan. Jika terjadi, tindakan konyol pun bisa dilakukan bahkan memenjarakan seorang siswa sekolah hanya karena bikin percobaan dengan bahan-bahan kimia.
Nasib sial ini menimpa Kiera Wilmot. Gadis 16 tahun ini bersekolah di sekolah menengah atas Bartow, Negara Bagian Florida. Dia mendapat tugas dari guru kimianya untuk mencapur bahan-bahan dan melihat reaksi dari campuran itu, seperti dilansir surat kabar the Huffington Post (2/5). Dia pun melaksanakan tugas itu.
Bahan-bahan kimia dimaksud oleh sang guru sangat mudah didapat di dapur rumah tangga yakni pembersih porselen serta toilet dan alumunium foil. Sembari mencampur Wilmot penasaran dengan hasilnya.
Tak disangka ternyata percobaan itu menimbulkan ledakan cukup mengejutkan. Satu sekolah panik dan berlarian menuju Wilmot. Gadis itu langsung ditahan tanpa sempat berbicara. Beberapa staf sekolah menginginkan dia diusir dan dihukum seberat-beratnya sebab dinilai telah teledor menggunakan alat-alat di sekolah untuk berbuat kerusakan.
Tudingan pihak sekolah berlebihan. Nyatanya tidak ada satu pun korban maupun rusak. Apalagi Wilmot terkenal baik dan murid cerdas di sekolah, seperti ditulis harian Miami Times (2/5). Namun beberapa orang malah sinis dengan mengatakan pelaku bom di Kota Boston, Negara Bagian Massachusetts juga orang yang ramah.
Namun kepala sekolah Bartow Ron Pritchard percaya dan membela Wilmot. Dia mengatakan siswanya itu meminta maaf sudah mengagetkan banyak orang. ''Pastinya dia tidak mencari-cari alasan. Dia tahu dia salah dan mengakuinya,'' ujar Pritchard.
Ledakan memang membuat ketakutan banyak pihak di Amerika. Warga Negara Adidaya itu meminta hukuman sangat berat bagi pelaku bom. Jika Wilmot saja bisa didakwa dengan tudingan kesalahan penggunaan barang-barang sekolah dan mendapat hukuman berat, maka tujuh dari 10 orang Amerika ingin pelaku Bom Boston dihukum mati, demikian survei melibatkan 1.000 orang seperti dilansir situs politico.com (1/5).***