JAKARTA, GORIAU.COM - Sedikitnya tujuh orang tewas dan 480 luka-luka saat terjadi bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan Mesir, Jumat (25/1) waktu setempat. Demonstrasi besar digelar di seluruh Mesir guna memperingati tahun kedua kerusuhan 2011, yang menggulingkan Presiden Hosni Mubarak.

Keterangan mengenai jumlah korban disampaikan oleh Ahmed Omar, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mesir, Sabtu (26/1).

Demonstrasi terjadi di sebagian besar wilayah Mesir seperti Kairo, Ismailiyah, Suez, Iskandariyah dan lain-lain. Ratusan ribu pemrotes berkumpul sejak Jumat pagi. Mereka menyerukan pengunduran diri Presiden Mohamed Mursi dan pemerintah saat ini. ''Saya tidak akan pergi sebelum Mursi mundur,'' kata Sara Mohammed, seorang demonstran dikutip cbnnews.

Enam korban tewas, termasuk anak 14 tahun saat demonstran membakar gedung yang pernah menjadi kantor pemerintah daerah di Suez. Satu lagi korban tewas akibat bentrokan di Ismailiyah. Masih ada pula lima orang dengan luka tembak hingga muncul kekhawatiran korban tewas akan bertambah.

Di tengah pawai dan unjuk rasa di Ismailiyah, markas Ikhwanul Muslimin dibakar oleh demonstran yang marah. Kobaran api sudah dapat dikendalikan.

Di Bundaran At-Tahrir, yang bersejarah di Kairo, ratusan ribu orang berpawai sejak pagi hari, sementara ratusan orang lagi bergerak menuju istana presiden, tempat pasukan keamanan menggunakan gas air mata guna membubarkan demonstran yang berusaha menerobos barikade kawat berduri di depan istana.***