
PEKANBARU - Ratusan penggiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) se-Kota Pekanbaru mengikuti pelatihan merajut massal di Resty Menara Hotel, Jumat (23/10/2026). Agenda yang ditaja oleh Forum Pekanbaru Kota Bertuah (FPKB) di bawah pimpinan Masril Ardi ini bertujuan melahirkan pelaku usaha mandiri sekaligus mempererat jejaring antarkomunitas bisnis.
Upaya konkret ini menjadi wadah pengembangan kapasitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Pelatihan semacam ini membuktikan bahwa keterampilan kerajinan tangan memiliki potensi besar untuk menembus pasar yang lebih luas jika dikelola dengan pendampingan yang tepat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Pekanbaru, Idrus menyampaikan bahwa inisiatif ini membawa dampak ganda bagi pesertanya. Selain mendatangkan keuntungan finansial, kegiatan ini terbukti mampu menyatukan berbagai komunitas usaha di daerah tersebut.
"Luar biasa, dengan merajut ini bukan hanya sekadar pelatihan, tapi yang terpenting kita merajut persatuan antarsesama pelaku UMKM, khususnya FPKB," paparnya.
Pemerintah kota turut memberikan dukungan penuh terhadap pemberdayaan sektor riil ini. Pembinaan yang berkesinambungan diharapkan mampu mentransformasi peserta menjadi wirausahawan yang tangguh dan tidak sekadar ikut-ikutan tren sesaat.
"Ke depannya kita berharap dengan pelatihan ini, bukan sekadar melatih hari ini lalu bubar. Kita ingin mereka menjadi pelaku usaha berkelanjutan," imbuhnya.
Sementara itu, Pembina UMKM FPKB, Ragil Ibnu Hajar memastikan program peningkatan keterampilan ini berjalan sesuai rencana. Sebanyak 150 peserta dari total 700 anggota komunitas tampak menyimak arahan pemateri guna merespons dinamika pasar.
"Ke depannya tentu kita mendorong kawan-kawan UMKM untuk terus berinovasi dan mencarikan mitra. Jadi, produknya tidak hanya berhenti di pasar lokal saja," jelasnya.
Kolaborasi lintas sektor dinilai mutlak diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Peningkatan kualitas dan manajemen bisnis ini diproyeksikan mampu mendongkrak perekonomian keluarga serta menyerap tenaga kerja baru di ibu kota Provinsi Riau tersebut. ***