PEKANBARU - Kebutuhan koneksi masyarakat saat ini tak lagi sebatas untuk berkirim pesan atau berselancar biasa di dunia maya, melainkan telah merambah pada kebutuhan komputasi tingkat tinggi. Menyikapi pergeseran kebiasaan digital tersebut, Biznet menandai usia perusahaannya yang ke-26 dengan memperluas infrastruktur jaringan berskala besar, termasuk pemerataan layanan di kawasan Sumatra.

Rencana ekspansi strategis tersebut dipaparkan secara langsung dalam pertemuan bersama puluhan awak media di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Kamis (15/10/2026). Perusahaan penyedia layanan telekomunikasi ini membeberkan sejumlah proyek utama, mulai dari fasilitas pengolahan data terpusat hingga penarikan jalur serat optik lintas pulau.

President Director Biznet, Adi Kusma memandang bahwa transformasi digital masyarakat menuntut kehadiran ekosistem yang mampu menampung beban operasional berat.

"Selama 26 tahun mendukung transformasi digital Indonesia, kami terus berupaya menjawab kebutuhan masyarakat. Saat ini, kebutuhan digital tidak terbatas pada konektivitas, tetapi juga kapasitas besar untuk mendukung komputasi dan pengolahan data berbasis AI," paparnya.

Guna mewujudkan sasaran tersebut, fasilitas pengolahan data terpusat yang dinamakan Biznet AI Center kini tengah dibangun di kawasan Bali. Fasilitas komputasi cerdas pertama milik perusahaan ini dirancang dengan kapasitas daya mencapai 145 kW per rak serta dibekali teknologi pendingin cair khusus untuk menstabilkan peladen saat memproses data bervolume raksasa.

Di ranah distribusi jaringan antarpulau, infrastruktur bawah laut Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2) disiapkan untuk membentang dari Surabaya menuju Banjarmasin, Sumenep, hingga Buleleng. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas akses informasi antarwilayah tidak terhambat oleh kondisi geografis.

"Kami percaya membangun jaringan bukan sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain, tetapi juga membuka lebih banyak peluang dan menciptakan pengalaman layanan yang lebih optimal bagi pelanggan," urainya.

Hingga saat ini, penetrasi jaringan penyedia akses informasi tersebut telah menjangkau lebih dari 200 kabupaten dan kota se-Nusantara. Layanan komersial ini ditopang oleh 300 kantor cabang serta mencakup tiga juta titik sambung rumah (homepass). Di luar aspek bisnis komersial, perusahaan turut membagikan sambungan Internet tanpa biaya kepada lebih dari 300 kepala keluarga yang bermukim di sekitar stasiun pendaratan kabel di wilayah Jembrana, Serang, Karawang, dan Gresik.

Bersempena dengan perayaan hari jadi tersebut, layanan pelanggan berbasis aplikasi MyBiznet dirombak ulang menggunakan teknologi cerdas agar lebih personal dan responsif saat diakses. Sepanjang Oktober 2026, pengguna layanan rumahan juga diberikan penambahan kapasitas pita lebar secara otomatis hingga 100 Mbps tanpa ada pungutan biaya tambahan.

Komitmen pemerataan akses infrastruktur digital ini turut ditekankan untuk wilayah operasional bagian barat Indonesia. AVP Sumatra, Dedi Riyanto mengamini komitmen penyediaan ekosistem terpadu tersebut, dimana masyarakat Sumatra kini dapat mengakses ragam layanan satu pintu yang mencakup Internet, fasilitas komputasi awan, hingga televisi interaktif dalam satu jaringan. ***