
BANGLI, GORIAU.COM - Warga Kota Bangli, Bali, digegerkan video adegan mesum siswi SMP dengan pasangannya yang juga siswa SMP. Video syur berdurasi satu menit itu beredar dari ponsel ke ponsel.
Dalam video itu terlihat, lokasi yang digunakan untuk pengambilan gambar dalam sebuah kamar. Dalam video itu nampak jelas pemeran pria tidak mengenakan sehelai benang pun. Pemeran pria bergaya tidur- tiduran sambil meremas-remas payudara dan meraba organ intim pemeran wanita.
Gilanya lagi, saat pemeran laki-laki orgasme, langsung berkomentar. 'huh amis' sembari mengelap dengan baju seragam.
KBO Reskrim Polres Bangli, IPTU Ketut Purnawan mengaku sejauh ini belum ada laporan masuk terkait kasus beredarnya video tersebut.
"Masih belum ada laporan dari bawah, yang jelas pasti akan kita telusuri video tersebut dan jika benar adanya pasti pelakunya akan kita panggil," jelas Ketut Purnawan. Dia pun meyakinkan, bahwa tidak menutup kemungkinan penyebar video itu akan dipanggil oleh jajarannya.
Polres Bangli langsung melakukan sidak mendadak ke sejumlah sekolah. Sidak dimaksudkan bukan untuk mencari pelaku, tetapi melakukan sweeping terhadap sejumlah hape milik siswa.
"Bila ada menyimpan video porno langsung kita sita dan lakukan pembinaan. Seringnya menyaksikan video porno garapan sendiri, akan menjadi penyakit bagi yang melihat untuk mencoba. Ini yang kita cegah," ujar Kapolsek Kota Bangli, Kompol Ketut Widia, Rabu (25/3).
Kapolsek juga meyakinkan bahwa hingga saat ini, pemeran adegan syur itu masih sekolah di salah satu SMP di Kota Bangli.
"Kita akan selidiki kasusnya, bahkan saat ini untuk melacak penyebar utama video tersebut kita limpahkan ke unit Cyber Crime Polda Bali. Terus akan kita tangani ini, apalagi wajah mereka jelas. Saya rasa pihak sekolah yang merasa itu anak didiknya pasti tahulah," tegasnya.
Sumber resmi di Polda Bali, menyebutkan kalau orangtua dari pemeran wanita dari adegan ABG Syur, akan melaporkan ke Polda Bali. "Kabarnya orangtua dari anak perempuan di video itu mau ke Polda lapor sebagai korban pelecehan dan pencabulan," terang sumber ini Polda Bali, Rabu (25/3) di Denpasar.***