
PADANG, GORIAU.COM - Ratusan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat, terlantar akibat dihentikannya aktivitas penerbangan di bandara itu karena tebalnya kabut sap.
Setidaknya, pada Jumat sore hingga malam, 14 Maret, ada 24 penerbangan yang tertunda. "Para pilot tak berani menjalankan pesawat karena jarak pandang tak sampai 1.000 meter, jarak aman penerbangan sipil," kata petugas bandara Rian Hadihito.Kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa pekan lalu, sejak semula kota di Sumatera Barat diselimuti kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan di Riau.Pantauan di bandara, para penumpang hanya bisa pasrah, menunggu bandara dibuka lagi. Mereka istirahat sambil duduk-duduk dan tiduran di terminal bandara.Namun, tak sedikit dari mereka yang kecewa dengan pelayanan maskapai. Sebab, selain tak ada kejelasan informasi, fasilitas dan akomodasi tunggu juga tak memadai.Muklis, misalnya, rombongan jamaah umrah ini terkatung-katung tak jelas. Sedianya dia akan terbang ke Jeddah, Arab Saudi. "Kami cuma bisa pasrah," katanya.***