MALANG, GORIAU.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat dua orang tewas akibat Gunung Kelud meletus, kemarin malam.

Sampai Jumat (14/2/2014) siang, 23 warga Kecamatan Ngantang, Malang, dilaporkan hilang. "Sampai pukul 12.30 WIB, orang hilang yang masuk data kami sebanyak 23 orang," tegas Yohan, Staf BPBD Kabupaten Malang, Jumat (14/2/2014) siang.Gunung Kelud yang berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Malang, dan Blitar, meletus pada Kamis (13/2/2014). Letusan kali ini lebih besar dibanding letusan tahun 1990.Status Gunung Kelud naik dari siaga (level III) menjadi awas, kemarin malam. Sebanyak 66.139 jiwa atau seluruh warganya yang tinggal dalam radius 10 kilometer (km) dari puncak kawah Kelud mengungsi. Dua Warga Malang Tewas Dua warga Malang menjadi korban tewas akibat letusan Gunung Kelud karena tertimpa bangunan rumah yang roboh.Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo menjelaskan, data sementara korban adalah dua meninggal dan 100.248 jiwa mengungsi.Korban meninggal yakni Sail (60 th, L) warga RT 12/04 Dusun Ngutut, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kab Malang."Korban meninggal di bawah meja karena atap rumahnya roboh," jelas Sutopo dalam keterangan resminya, Jumat (14/2/2014).Selanjutnya yang meninggal adalah Pontini (65 th, P), warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kab Malang. Meninggal karena tertimpa tembok yang roboh."Robohnya rumah atau bangunan karena menahan beban pasir di bagian atap rumah yang konstruksinya kurang kuat. Jadi korban meninggal dunia bukan akibat dampak langsung dari erupsi, tetapi karena kecelakaan (musibah) atau dampak lain dari erupsi," jelas Sutopo.Sutopo menjelaskan, jumlah pengungsi akibat letusan Kelud pada Jumat (14/2/2014) pukul 06.00 WIB berjumlah 100.248 orang di 172 titik. Pengungsi berasal dari:- Kab Kediri 66. 319 orang di 205 titik,- Kab Blitar 28.970 org di 63 titik,- Kab Tulungagung 1.349 di 11 titik.- Kab Malang 3.610 org di 14 titikPada 08.00 WIB, sebagian pengungsi sudah meninggalkan pengungsian untuk kembali ke rumah. Di Blitar jumlah pengungsi yang semula 28.970 jiwa, saat ini pengungsi 2.070 jiwa.Yaitu di Kecamatan Garum (470 jiwa), Kecamatan Gandusari (500 jiwa), dan Kecamatan Nglegok (1.100 jiwa). "Saat ini masih dilakukan pendataan," tandasnya.***