KEDIRI, GORIAU.COM - Terlambatnya kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke lokasi bencana erupsi Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, membuat para pengungsi korban letusan Kelud kelaparan, karena pembagian makan siang untuk para pengungsi ditunda. Pendistribusian makan siang menunggu kedatangan Presiden.

Sejak pukul 12.00 WIB para pengungsi di Balai Pamitran, Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kediri gelisah menahan lapar. Sejumlah anak mulai rewel ketika jatah makan siang tak kunjung datang. "Biasanya sudah dibagi pukul 11.00," kata Muklis, salah satu pengungsi, Senin (17/2/2014).Balai Pamitran yang menampung sekitar 600 orang pengungsi Kelud itu terasa panas. Air minum juga tak segera didistribusikan. Padahal mereka sudah dikumpulkan di ruangan itu sejak pukul 07.00 WIB dan tidak diperbolehkan meninggalkan lokasi. Hal ini untuk mensterilkan lokasi yang akan dikunjungi SBY.Setelah banyak pengungsi memprotes, petugas akhirnya membagikan nasi bungkus pada pukul 13.45 WIB. Mereka langsung menyantap jatah makan siang mereka yang molor selama tiga jam.Seorang relawan mengatakan tak berani membagikan nasi bungkus sebelum ada persetujuan protokoler dan tim pengamanan presiden. Panitia tak menduga perjalanan presiden --yang dijadwalkan tiba pukul 10.00 WIB-- mengalami keterlambatan luar biasa. "Baru setelah ada pengungsi yang mengeluh kami beranikan memberi nasi," katanya.Sementara itu Kesbanglinmas Kabupaten Nganjuk Abdul Wachid menjelaskan rombongan SBY mampir terlebih dulu di Mapolres Nganjuk sekitar pukul 10.00 WIB. Rombongan beristirahat sejenak setelah melakukan perjalanan darat dari Madiun menuju Kediri. "Tadi Pak Presiden mampir istirahat setengah jam," kata Wachid. KepanasanSementara itu, para pengungsi letusan Gunung Kelud di Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kediri, mengaku kepanasan dan capek menunggu kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin, 17 Februari 2014. Sejak pukul 07.00 WIB mereka diminta berkumpul di tempat pengungsian setelah pulang ke rumah masing-masing.Supiah, 50 tahun, warga Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, mengeluhkan ruangan Balai Pamitran di Gereja Kristen Jawi Wetan yang panas. Ruangan tersebut penuh sesak oleh sekitar 300 warga yang berasal dari Desa Sempu. "Cucu saya rewel kepanasan," katanya sambil mengipasi bocah berusia empat tahun di pangkuannya. Supiah mengaku diminta perangkat desa untuk kembali ke pengungsian pagi tadi. Mereka didatangkan untuk menyambut kedatangan SBY yang akan berdialog dengan warga di pengungsian.Menurut pantauan Tempo, kondisi para pengungsi ini cukup memprihatinkan. Di dalam ruangan yang pintunya tertutup rapat, mereka berdesak-desakan dan kepanasan. Seorang warga bahkan terlihat sakit dengan posisi tidur berselimut. Sebuah kain basah menempel di dahinya. Dua orang kerabatnya terlihat terus mengipasi dengan potongan kardus air mineral. Beberapa anak kecil juga menangis di sejumlah sudut pengungsi. Mereka baru terdiam setelah digendong keluar ruangan untuk menghirup udara segar.Hingga kini rombongan SBY masih belum terlihat. Sesuai jadwal yang diterima humas pemerintah Kediri, SBY akan tiba di tempat itu pada pukul 10.00 pagi tadi.Gunung Kelud berada di perbatasan tiga kabupaten, yakni Kediri, Blitar, dan Malang. Pada Kamis malam lalu, Kelud meletus. Abu letusan terbang hingga ke beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Selama dua hari, seluruh penerbangan dari dan ke kota-kota di Pulau Jawa lumpuh.***