
SINGKIL, GORIAU.COM - Bupati Aceh Singkil Safriadi mengatakan, Pemkab Aceh Singkil segera menyalurkan bantuan masa panik untuk warga Aceh Singkil yang mengungsi ke Sumatera Utara. Jumlah mereka yang mengungsi diperkirakan sekitar 7.000 orang dan tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Barat.
"Mungkin besok sudah kita temui para pengungsi ini dan menyalurkan bantuan masa panik," kata Safriadi saat melaporkan perkembangan terbaru di Aceh Singkil kepada Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Rabu.
Dia mengatakan, para pengungsi itu berkelompok-kelompok. Sebagian, sambung Safriadi, menginap di rumah, sekolah, kantor camat dan sebagian di rumah keluarganya di tiga kabupaten itu. "Sekarang situasi sudah kondusif. Kami minta agar warga kembali lagi ke Aceh Singkil," ujarnya.
Safriadi juga mengapresiasi kesigapan TNI dan Polri dalam mengatasi imbas bentrok antarwarga di Aceh Singkil. Sementara itu, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto menyebutkan TNI siap membantu polisi dalam menciptakan rasa nyaman di Aceh Singkil.
Dia menyebutkan warga yang telah mengungsi dipastikan akan dijamin keamanannya saat kembali ke Aceh Singkil. Sampai sore ini, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto dan Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi masih berada di Aceh Singkil untuk memastikan keamanan wilayah tersebut.
Polisi Amankan Puluhan Orang
Sementara Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menyatakan polisi telah mengamankan puluhan orang yang diduga terlibat dalam kasus bentrok antarwarga di Kecamatan Gunung Meria dan Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil. Pernyataan itu disampaikan Kapolri di depan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Mapolres Aceh Singkil, Rabu (14/10/2015).
Dia mengatakan, polisi sudah mengetahui identitas pelaku penembakan warga yang menggunakan senjata mirip senapan angin tersebut. "Identitasnya sudah dikantongi, rumahnya sudah digeledah. Namun dia tidak di rumah. Sekarang polisi terus mencarinya sampai dapat," ujar Kapolri.
Dia menyebutkan, polisi terus mengusut kasus bentrok antarwarga tersebut. Saat ini sebanyak 45 warga yang diduga terlibat telah diamankan di Mapolres Aceh Singkil. "Pemeriksaan terus dilakukan. Kami harap, masyarakat jangan terprovokasi," ujarnya.
Dalam pertemuan itu turut hadir Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Ngadino, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto dan sejumlah petinggi Mabes Polri.
Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyebutkan semua pihak di Provinsi Aceh harus bersikap toleran dan menghormati kepercayaan agama lainnya. "Komitmen kami adalah menyelesaikan kasus ini secara arif dan bijaksana. Bukti komitmen itu ditunjukkan ketika semua orang hadir di Aceh Singkil, bahkan Pak Kapolri langsung hadir kemari," ujar Zaini.
Seperti diberitakan sebelumnya, bentrok antarwarga di Kecamatan Simpang Kanan dan Gunung Meria, Aceh Singkil pecah pada 13 Oktober 2015 pagi. Satu orang meninggal, empat orang luka-luka dan satu rumah ibadah dibakar.***