SIDOARJO, GORIAU.COM - Alquran raksasa yang mendadak muncul di kamar rumah milik Anang Asriyanto (28), warga Sidoarjo, Jawa Timur, akhirnya dievakuasi ke kantor MUI Sidoarjo. Evakuasi dilakukan demi keamanan dan ketertiban Desa Glagaharum, Porong, Sidoarjo.

Evakuasi Ini dilakukan setelah Anang melakukan pertemuan dengan Kapolsek Porong Kompol Mujiono di kamar tempat penemuan Alquran itu beberapa waktu lalu. Dari pertemuan itu akhirnya bapak dua anak ini setuju mengevakuasi temuannya ke kantor MUI Sidoarjo.

"Demi keamanan dan tidak ada keresahan warga, Alquran ini diserahkan ke MUI Sidoarjo. Karena ini untuk jalan keluar yang terbaik. Dan dengan kesadaran saya, Alquran ini diserahkan untuk keamanan. Selain itu nanti saat saya dan jamaah melakukan doa bersama tidak terganggu," kata suami Siti Mariyam kepada detikcom di rumahnya, Desa Glagaharum RT 12 RW 3, Selasa (13/1/2015).

Dari pantauan detikcom, Alquran yang memiliki panjang 2 meter, lebar 2,40 meter, tebal 15 cm dan berat sekitar 1 kuiintal, dievakuasi sekitar pukul 13.45 WIB. Alquran tersebut dibopong 2 orang yang menaiki pikap warna putih.

Warga yang semula berjubel di sekitar rumah Anang, berangsur-angsur sepi. Meski terlihat beberapa orang kecele dan terpaksa balik kanan karena Alquran-nya sudah dievakuasi ke kantor MUI Sidoarjo.

Sebut Mukjizat

Meski ada yang meragukan, Anang Asriyanto (28) ngotot Alquran raksasa 'jatuh' ke kamarnya. Ia menyebut kejadian itu mukjizat.

"Saya yakin ini benar pemberian dari Allah. Jika ada masyarakat yang menanggapi, bagaimana terserah masyarakat sendiri," ujar Anang usai mengikuti rapat di setelah dari Balai Desa Glagaharum, Porong, Sidoarjo, Selasa (13/1/2015).

"Tapi saya tetap yakin (Alquran jatuh ke kamar)," imbuhnya.

Sebelumnya, Anang mengatakan Alquran berukuran panjang 2 meter, lebar 2,4 meter, dan tebal 15 cm itu jatuh ke kamarnya, Selasa (2/12/2014) lalu. Saat itu di rumahnya ada istigosah. Ada 50-an orang yang ikut. Begitu terdengar suara 'blek', semua kaget. Setelah dicek, ternyata di kamar ada Alquran raksasa.

Kepala Desa Glagaharum Kusmianto mengimbau warga tidak begitu saja percaya. Ia meminta warga yang berdatangan, bubar dari rumah Anang. Dalam mediasi antara Anang, pihak desa, polisi, dan Koramil, akhirnya diputuskan, rumah Anang di-police line untuk sementara waktu.***