
PEKANBARU - Niat menghabiskan waktu luang dengan berenang bersama teman-teman berujung duka. Adi, pemuda asal Jalan Bukit Barisan yang diperkirakan berusia 19 hingga 21 tahun, ditemukan tidak bernyawa setelah tenggelam di kolam besar bekas galian proyek Green City di Jalan Diponegoro belakang Taman Makam Pahlawan, Pekanbaru, Ahad (20/9/2026).
Peristiwa nahas tersebut bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban bersama beberapa temannya tengah asyik berenang di kawasan galian yang dipenuhi air tersebut. Ketika rekan-rekannya mulai menepi untuk menyudahi aktivitas, A justru memilih berenang seorang diri menuju area tengah kolam.
Hanya dalam hitungan menit, tubuh pemuda tersebut menghilang dari permukaan air. Masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian ini langsung berupaya melakukan pencarian secara mandiri menggunakan peralatan seadanya. Namun, kedalaman genangan air yang mencapai sembilan meter membuat usaha warga setempat tidak membuahkan hasil.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pekanbaru yang menerima laporan langsung menerjunkan Tim Rescue ke lokasi kejadian. Para petugas gabungan menyisir area perairan dengan peralatan lengkap serta berkoordinasi bersama masyarakat setempat yang sudah bersiaga.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi sejak awal langsung menginstruksikan seluruh personel agar mengutamakan standar keselamatan. Ia mewajibkan penggunaan alat pelindung diri (APD) mengingat medan pencarian berupa kolam galian yang cukup berisiko.
"Keselamatan tim tetap menjadi prioritas selama proses penyisiran di lapangan," tegasnya.
Kerja keras para petugas perlahan membuahkan hasil menjelang malam hari. Tepat pukul 18.00 WIB, jasad A akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan tidak jauh dari titik awal dirinya dilaporkan tenggelam.
Petugas langsung mengevakuasi tubuh korban yang sudah terbujur kaku tersebut ke dalam ambulans. Jasadnya kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dibawa menuju rumah duka di kawasan Bukit Barisan.
Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar yang hadir langsung memantau di lokasi pencarian menyampaikan rasa belasungkawanya yang mendalam kepada keluarga korban. Ia turut mengapresiasi kerja cepat dan sinergi para petugas penyelamat di lapangan.
"Terima kasih kepada seluruh Tim SAR Gabungan yang sudah bekerja keras hingga korban berhasil dievakuasi," tuturnya. ***
Jasad korban berhasil dievakuasi pada pukul 17.30 WIB. Penemuan ini mengakhiri upaya pencarian intensif selama lebih kurang tiga jam yang dilakukan oleh tim gabungan dari Search and Rescue (SAR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekanbaru, dan aparat kepolisian setempat.
Proses penyisiran yang dilakukan oleh petugas di lapangan sempat menemui hambatan berarti. Jarak pandang di bawah air yang sangat terbatas akibat kondisi air keruh, ditambah kedalaman kolam, membuat tim gabungan harus meraba situasi dengan ekstra hati-hati guna menemukan titik terang.
Setelah memusatkan pergerakan dan penyisiran secara terukur di sekitar lokasi titik terakhir korban terlihat sebelum menghilang, tim akhirnya berhasil menemukan tubuh pemuda tersebut di dasar kolam.
Insiden nahas ini bermula saat korban diduga sedang mandi bersama sejumlah rekannya pada siang hari. Kepanikan memuncak ketika Adi diketahui tidak kunjung muncul ke permukaan air menyusul rekan-rekannya yang lain.
Seorang warga yang berada di sekitar lokasi, Khozim Mahfud, menceritakan awal mula diketahuinya peristiwa tersebut dari rekan-rekan korban yang panik mencari pertolongan.
"Berdasarkan keterangan teman-temannya, satu orang anak diketahui tidak muncul ke permukaan dan diduga tenggelam," terangnya.
Menyadari kondisi yang membahayakan nyawa tersebut, Khozim yang memperkirakan kedalaman kolam mencapai 8 hingga 10 meter langsung berinisiatif menghubungi layanan panggilan darurat 112.
Laporan cepat warga tersebut langsung direspons oleh pihak Basarnas dan kepolisian yang kemudian bergerak turun ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian, hingga korban akhirnya berhasil diangkat dari dalam air pada petang harinya. ***